Tim Tabur Kejagung Berhasil Amankan Buronan di Tangerang Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan Sungai HMFA

Avatar photo
banner 120x600

Matapantura.idTim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengamankan buronan kasus korupsi pembangunan Jembatan Sungai Enok, HMFA, di kediamannya Jalan Qadr Raya, Cibodas, Kota Tangerang, pada Selasa (30/1/2024) sekira pukul 19.52 WIB.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Nomor: PRINT-07/L.4/Fd.1/09/2023 tanggal 07 September 2023 jo. Surat Penetapan Tersangka Nomor: Tap.Tsk-03/L.4.5/Fd.1/09/2023 tanggal 07 September 2023, terkait perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan Pembangunan Jembatan Sungai Enok, Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2012.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Dr. Ketut Sumedana menjelaskan selain tersangka HMFA yang merupakan Direktur PT Bonai Riau Jaya, perkara ini juga menjerat mantan Direktur PT Bonai Riau Jaya yakni BS.

Untuk diketahui, PT Bonai Riau Jaya merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Perkara dugaan rasuah terungkap dengan modus yang dilakukan tersangka bermula setelah pengumuman lelang Pokja II ULP Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal 17 Mei 2012, dimana tersangka HMFA dan BS melengkapi persyaratan lelang/tender, lalu BS dan HMFA membantu mencarikan personil fiktif,” ungkap Ketut dalam keterangannya, Rabu (31/1/2024).

Setelah itu keduanya membuat draf kontrak dengan memalsukan tanda tangan saksi H pada dokumen kontrak/Addendum I dan II sebesar Rp. 14.826.029.360 (17 Juli 2012 s/d 31 Desember 2012), berita acara negosiasi dan penyerahan lapangan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, tersangka BS merekomendasikan saksi AP untuk bekerja di lapangan, dan BS juga membeli barang-barang material proyek.

Lebih lanjut, Dr. Ketut Sumedana mengatakan setiap pencairan uang muka dan termin dilakukan oleh tersangka HMFA dengan memalsukan tanda tangan saksi H. Setelah uang tersebut masuk ke rekening PT Bonai Riau Jaya, cek ditandatangani dan dicairkan olehnya sejumlah Rp. 1.374.000.000 pada tanggal 4 Januari 2013 atau setelah pekerjaan selesai.

Baca juga:  AGS Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Terkait Perkara PT Waskita Karya (Persero) Tbk

“Saat diamankan, tersangka HMFA bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, tersangka diamankan ke Kejari Jakarta Selatan untuk kemudian dilakukan koordinasi dengan Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau guna proses berikutnya,” kata Ketut.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman.