DPO asal Kejari Kabupaten Kupang Berhasil Diamankan Tim Tabur Kejagung

Avatar photo
DPO
Tim Tabur Kejagung RI berhasil amankan DPO Kejari Kabupaten Kupang.
banner 120x600

Matapantura.idTim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, pada hari Senin (29/1/2024) sekira pukul 15.00 WITA, bertempat di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang.

Terpidana yang diamankan yaitu Aris Taneo (38) berdomisili di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa penangkapan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Oelamasi Nomor: 69/Pid.Sus/2020/PN.Olm yang dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 71/PID/2020/PT.KPG tanggal 31 Agustus 2020 dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 798 K/Pid.Sus/2021 tanggal 15 Maret 2021.

“Terpidana Aris Taneo dinyatakan bersalah melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan oleh orang tua secara berlanjut,” jelas Kasipenkum.

“Oleh karena itu, terpidana Aris Taneo dinyatakan melanggar Pasal 81 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo. Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP,” tegasnya.

“Atas perbuatannya, terpidana Aris Taneo dijatuhi hukuman pidana penjara selama 17 tahun dan denda sejumlah Rp. 200.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 9 bulan,” sambungnya.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

“Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman,” pungkasnya.

Baca juga:  Tim Penyidik Kejati Sumsel Tetapkan Oknum Inspektorat Sumatera Selatan Sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi

Sumber: Kejagung RI.