<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sampah Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/sampah/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Mar 2026 09:55:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>Sampah Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/sampah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Salembaran: Sampah Menumpuk, Bupati Tangerang Tidak Pernah Fokus dengan Satu Persoalan</title>
		<link>https://matapantura.id/warga-salembaran-sampah-menumpuk-bupati-tangerang-tidak-pernah-fokus-dengan-satu-persoalan/</link>
					<comments>https://matapantura.id/warga-salembaran-sampah-menumpuk-bupati-tangerang-tidak-pernah-fokus-dengan-satu-persoalan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 09:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[salembaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Tangerang, matapantura.id &#8211; Viral di media sosial, ternyata tak otomatis viral di lapangan. Itulah yang mungkin tengah dirasakan warga Salembaran, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sebuah tumpukan sampah yang begitu “megah” masih setia menemani sisi jalan raya hingga Kamis, 26 Maret 2026, meski sehari sebelumnya sudah diabadikan dalam video yang tersebar luas. Jika berkendara di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/warga-salembaran-sampah-menumpuk-bupati-tangerang-tidak-pernah-fokus-dengan-satu-persoalan/">Warga Salembaran: Sampah Menumpuk, Bupati Tangerang Tidak Pernah Fokus dengan Satu Persoalan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Tangerang, <a href="http://matapantura.id">matapantura.id</a> &#8211;</strong> Viral di media sosial, ternyata tak otomatis viral di lapangan. Itulah yang mungkin tengah dirasakan warga Salembaran, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sebuah tumpukan sampah yang begitu “megah” masih setia menemani sisi jalan raya hingga Kamis, 26 Maret 2026, meski sehari sebelumnya sudah diabadikan dalam video yang tersebar luas.</p>
<p>Jika berkendara di sepanjang jalan Salembaran menuju Kampung Melayu, pemandangan yang “menyegarkan” mata dalam tanda kutip yang sangat tebal akan menyambut. Namun disuguhkan dengan tumpukan sampah yang membentang panjang. Kantong plastik warna-warni, sisa makanan yang sudah tak jelas bentuknya, dan limbah rumah tangga bergulung-gulung menjadi satu simfoni kekacauan yang sulit diabaikan.</p>
<p>Namun, keindahan visual “tumpukkan” ini ternyata belum lengkap tanpa sentuhan aksesoris alamiah. Hujan atau genangan air tampaknya telah memberikan sentuhan akhir: jalanan di sekitarnya berubah menjadi arena air Lindi licin yang memanjang. Genangan air keruh, bercampur lindi dari sampah, mengalir manis menuju badan jalan. Seolah alam sedang membuat parit dadakan yang sayang jika dilewatkan.</p>
<p>“Haduuh, Tangerang semakin gemilang, Tangerang semakin gemilang,” ujar Ardiansyah, seorang warga Salembaran, dalam video yang dibagikannya dengan nada yang terdengar seperti pujian, namun menyimpan pesan yang menusuk.</p>
<p>&#8220;Bupati Tangerang tidak pernah fokus menangani satu persoalan yang sudah bertahun-tahun tak kunjung terselesaikan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ia pun menyoroti satu ironi klasik: “Ini di Kabupaten Tangerang begini amat, katanya kemarin Bupati Tangerang baru lewat sini, mana, gak dibersihin.”</p>
<p>Store-nya (ceritanya) memang begitu: seorang pejabat daerah melintas, kamera ponsel warga berbunyi, ekspektasi publik naik. Tapi hingga Kamis siang, tak ada sapu, tak ada truk sampah, tak ada gerakan. Hanya ada tumpukan sampah yang tetap gagah berdiri, seolah menertawakan janji yang hanya lewat dalam hitungan detik.</p>
<p>Kondisi ini bukan hanya soal estetika yang memprihatinkan. Lebih dari itu, bau tak sedap yang menyengat sudah menjadi “parfum” gratis bagi pengguna jalan dan warga sekitar. Lalu lintas pun mulai terganggu, karena tumpukan itu dengan santai memakan sebagian badan jalan. Belum lagi potensi penyakit yang siap menjadi “buah tangan” bagi warga yang terpaksa beraktivitas di tengah tumpukan itu.</p>
<p>Pertanyaan besarnya kini bukan lagi soal apakah sampah itu ada, melainkan: apakah “gemilang” yang dimaksud dalam seruan warga itu adalah julukan baru untuk tumpukan sampah yang dibiarkan berjaya di Teluknaga? Semoga petugas kebersihan segera menemukan jalannya, sebelum kata “gemilang” berubah menjadi <em>eufemisme</em> untuk kelalaian.</p>
<p><strong>(Ard/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/warga-salembaran-sampah-menumpuk-bupati-tangerang-tidak-pernah-fokus-dengan-satu-persoalan/">Warga Salembaran: Sampah Menumpuk, Bupati Tangerang Tidak Pernah Fokus dengan Satu Persoalan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/warga-salembaran-sampah-menumpuk-bupati-tangerang-tidak-pernah-fokus-dengan-satu-persoalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Sopir Armada Pengangkut Sampah Adakan Aksi Demo di Area TPA Jatiwaringin Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/sejumlah-sopir-armada-pengangkut-sampah-adakan-aksi-demo-di-area-tpa-jatiwaringin-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/sejumlah-sopir-armada-pengangkut-sampah-adakan-aksi-demo-di-area-tpa-jatiwaringin-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 05:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sopir Pengangkut Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Jatiwaringin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=8707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Sejumlah sopir armada pengangkut sampah roda empat maupun tiga kini tidak bisa membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, sopir armada pengangkut sampah tersebut telah melakukan aksi demonstrasi di area TPA Jatiwaringin, pada Kamis 3 Oktober 2024. Hal itu dikatakan oleh salah satu sopir armada pengangkut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sejumlah-sopir-armada-pengangkut-sampah-adakan-aksi-demo-di-area-tpa-jatiwaringin-tangerang/">Sejumlah Sopir Armada Pengangkut Sampah Adakan Aksi Demo di Area TPA Jatiwaringin Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #0000ff">Matapantura.id</span></strong> &#8211; <span style="color: #ff0000"><strong>Sejumlah sopir armada pengangkut sampah</strong> </span>roda empat maupun tiga kini tidak bisa membuang sampah ke <span style="color: #ff0000"><strong>Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin</strong></span>, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.</p>
<p>Pasalnya, <span style="color: #ff0000"><strong>sopir armada pengangkut sampah</strong></span> tersebut telah melakukan <span style="color: #ff0000"><strong>aksi demonstrasi di area TPA Jatiwaringin</strong></span>, pada Kamis 3 Oktober 2024.</p>
<p>Hal itu dikatakan oleh salah satu sopir armada pengangkut sampah berinisial N, dirinya bersama sopir lainnya tidak dapat bekerja seperti biasanya, karena adanya aksi demonstrasi sejumlah sopir armada pengangkut sampah di area TPA Jatiwaringin.</p>
<p>&#8220;Ini antri panjang kita, gak bisa buang karena sopir pada demo,&#8221; kata N saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/10/2024).</p>
<p>Ditempat yang sama, NR salah satu sopir armada roda tiga pengangkut sampah pun mengeluhkan aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah sopir tersebut.</p>
<p>&#8220;Waduh ini jadi antri panjang, mau buang sampah aja susah. Padahal mah sama-sama kerja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih mencoba mendatangi dan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.</p>
<p><strong>(Bandi/rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sejumlah-sopir-armada-pengangkut-sampah-adakan-aksi-demo-di-area-tpa-jatiwaringin-tangerang/">Sejumlah Sopir Armada Pengangkut Sampah Adakan Aksi Demo di Area TPA Jatiwaringin Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/sejumlah-sopir-armada-pengangkut-sampah-adakan-aksi-demo-di-area-tpa-jatiwaringin-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kebersihan Area Pasar Tradisional Mauk, Kinoy: Buanglah Sampah pada Tempatnya</title>
		<link>https://matapantura.id/tingkatkan-kebersihan-area-pasar-tradisional-mauk-kinoy-buanglah-sampah-pada-tempatnya/</link>
					<comments>https://matapantura.id/tingkatkan-kebersihan-area-pasar-tradisional-mauk-kinoy-buanglah-sampah-pada-tempatnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 16:13:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebersihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Tradisional Mauk]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Jatiwaringin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=7335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Kinoy selaku pengelola pasar tradisional mauk bersama para pedagang selalu aktif membersihkan dan menjaga lingkungan pasar tetap bersih serta higienis. Hal tersebut sudah menjadi kewajibannya agar tercipta suasana lingkungan yang asri, juga nyaman dalam melakukan transaksi jual beli antara pedagang dengan pembeli. &#8220;Kami selaku pengelola pasar berupaya untuk menjaga lingkungan pasar yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/tingkatkan-kebersihan-area-pasar-tradisional-mauk-kinoy-buanglah-sampah-pada-tempatnya/">Tingkatkan Kebersihan Area Pasar Tradisional Mauk, Kinoy: Buanglah Sampah pada Tempatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #ff0000">Matapantura.id</span></strong> &#8211; Kinoy selaku pengelola pasar tradisional mauk bersama para pedagang selalu aktif membersihkan dan menjaga lingkungan pasar tetap bersih serta <em><strong>higienis</strong></em>.</p>
<p>Hal tersebut sudah menjadi kewajibannya agar tercipta suasana lingkungan yang asri, juga nyaman dalam melakukan transaksi jual beli antara pedagang dengan pembeli.</p>
<p>&#8220;Kami selaku pengelola pasar berupaya untuk menjaga lingkungan pasar yang bersih dan sehat,&#8221; katanya saat dikonfirmasi wartawan di ruangan kerjanya, pada Selasa 14 Mei 2024.</p>
<p>Menurut Kinoy, bahwa menjaga kebersihan juga berguna dalam berbagai hal. Terutama dalam mengais rezeki di pasar tradisional mauk.</p>
<p>&#8220;Saat pasar bersih, suasana pun menjadi lebih nyaman. Hal ini berimbas pada jumlah kunjungan di pasar tradisional mauk,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau, setiap para pedagang agar membuang sampah dengan baik, rapih, disiplin, dan pada tempatnya, sehingga sampah tidak berserakan di lingkungan pasar.</p>
<p>&#8220;Setelah rapih kan harus dibawa pada hari itu juga langsung ke TPA Jatiwaringin. Kami selalu mengimbau agar semua pihak selalu menjaga kebersihan, agar antara pedagang dengan pembeli itu nyaman juga aman dalam melakukan aktivitas sehari-hari di pasar tradisional mauk,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>(Iwan/rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/tingkatkan-kebersihan-area-pasar-tradisional-mauk-kinoy-buanglah-sampah-pada-tempatnya/">Tingkatkan Kebersihan Area Pasar Tradisional Mauk, Kinoy: Buanglah Sampah pada Tempatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/tingkatkan-kebersihan-area-pasar-tradisional-mauk-kinoy-buanglah-sampah-pada-tempatnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penanganan Sampah, Kades Banyu Asih Butuh Bantuan Roda Tiga (Viar) dari DLHK Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/penanganan-sampah-kades-banyu-asih-butuh-bantuan-roda-tiga-viar-dari-dlhk-kabupaten-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/penanganan-sampah-kades-banyu-asih-butuh-bantuan-roda-tiga-viar-dari-dlhk-kabupaten-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 00:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyu Asih]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mauk]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=7217</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Kepala Desa Banyu Asih Ahmad Hariri menanggapi adanya laporan masyarakat dan para pengendara terkait sampah di pinggir Jalan Raya Mauk. &#8220;Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membersihkan setiap hari, bahkan petugas dari DLHK pun sama sudah berusaha. Dengan demikian, hal ini perlu adanya gerakan dari tiap-tiap kejaroan seperti butuhnya kendaraan roda tiga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/penanganan-sampah-kades-banyu-asih-butuh-bantuan-roda-tiga-viar-dari-dlhk-kabupaten-tangerang/">Penanganan Sampah, Kades Banyu Asih Butuh Bantuan Roda Tiga (Viar) dari DLHK Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #ff0000">Matapantura.id</span></strong> &#8211; Kepala Desa Banyu Asih Ahmad Hariri menanggapi adanya laporan masyarakat dan para pengendara terkait sampah di pinggir Jalan Raya Mauk.</p>
<p>&#8220;Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membersihkan setiap hari, bahkan petugas dari DLHK pun sama sudah berusaha. Dengan demikian, hal ini perlu adanya gerakan dari tiap-tiap kejaroan seperti butuhnya kendaraan roda tiga (rdk- viar) dari DLHK,&#8221; ucapnya kepada awak media, Selasa (8/5/2024).</p>
<p>Lanjutnya, Hariri pun menuturkan, pihaknya akan berdiskusi dengan kejaroan dari masing-masing desa untuk menerapkan gerakan pengangkutan sampah mulai dari tempat penampungan sampah sementara (TPSS) menuju TPA Jatiwaringin.</p>
<p>&#8220;Agar bisa tertangani sampah-sampah tersebut secara efektif. Maka dari itu, saya berharap adanya bantuan kendaraan pengangkut sampah seperti kendaraan roda tiga (rdk- Viar) dari DLHK,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Selain itu, bantuan roda tiga (rdk- Viar) tersebut bertujuan untuk mengangkut sampah dari tiap-tiap kejaroan, sehingga sampah yang berada di depan kantor desa banyu asih itu bisa teratasi dengan baik.</p>
<p>&#8220;Ya semua tahu aroma sampah itu sangat menyengat, kalau ada kendaraan roda tiga (rdk- Viar) pastinya sampah yang ada di wilayah atau titik tersebut langsung di angkut ke TPA. Sedangkan operasionalnya diatur dari masing-masing kejaroan desa nantinya,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Ia mengimbau kepada masyarakat desa banyu asih dan sekitarnya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, dan membuang sampah pada tempatnya yang sudah di sediakan oleh pemerintah setempat.</p>
<p>&#8220;Marilah kita bersama-sama sadar dengan kebersihan lingkungan kita, jangan sampah membuang sampah sembarangan dan kepada para pengendara juga jangan asal lempar sampah di jalan, bahkan sempat saya lihat pedagang Pasar Mauk pun malah buang sampah depan kantor desa banyu asih. Jadi tolong kerjasama nya,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>(Iwan/rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/penanganan-sampah-kades-banyu-asih-butuh-bantuan-roda-tiga-viar-dari-dlhk-kabupaten-tangerang/">Penanganan Sampah, Kades Banyu Asih Butuh Bantuan Roda Tiga (Viar) dari DLHK Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/penanganan-sampah-kades-banyu-asih-butuh-bantuan-roda-tiga-viar-dari-dlhk-kabupaten-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
