Miris! Satu Keluarga di Kampung Pondok Kulon Pakuhaji Tinggal di Gubuk Reyot dan Kumuh

Avatar photo
Gubuk Reyot
Foto: Acara Tiga Malam Tahlilan Siti Samsiyah (Almarhumah) dikediamannya Janur. Terlihat Salsa usia tiga tahun sedang diberikan makan.
banner 120x600

Matapantura.id, Tangerang – Satu Keluarga di Kampung Pondok Kulon Rt 01/01, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, tinggal di gubuk reyot dan kumuh.

Mereka menempati bangunan rumah yang terbuat dari bilik bambu dengan kondisi sangat memperihatinkan, kumuh dan hampir roboh.

Pemilik rumah kumuh tersebut bernama Janur (45) yang berprofesi sebagai kuli serabutan. Dia tinggal dirumah itu, kini hanya tiga orang saja, selepas kepergian sang istri tercintanya Siti Samsiyah (42), yang meninggal pada hari Kamis 15 Juni 2023 tepatnya pukul 15:15 WIB sore.

Pantauan Matapantura.id ke lokasi, kondisi rumah yang dihuni Janur bersama keluarganya itu jauh dari kata layak, karena dengan beralaskan tanah dan terkesan kumuh. Selain itu, atapnya pun sudah lapuk dan kerap bocor saat turun hujan.

Dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu itu juga sudah hampir seluruhnya bolong. Kamar mandi dan toilet pun tidak layak. Tak ada kata sempurna di semua sisi rumah yang ditempati keluarga Janur tersebut.

“Ya mau gimana lagi, kondisi puluhan tahun tinggal disini tuh apa adanya, jalani hidup dengan seadanya gak neko-neko bang,” ucap Janur saat ditemui Matapantura.id dikediamannya, Sabtu (17/6/2023) malam.

Janur mengatakan, jika turun hujan air masuk ke dalam rumah. Terlebih, apabila hujan tersebut disertai angin, rasa takut dan was-was menghantuinya bersama keluarganya.

“Jika turun hujan saya selalu berdoa kepada Allah, agar hujan turun jangan disertai angin. Saya takut rumah ini roboh, udah gitu rumah ini tuh sudah terlihat miring bersandar dirumah tetangga,” kata Janur.

Tak hanya itu, Janur mengungkapkan, tidak jarang ada binatang masuk ke dalam rumah mulai tikus, ular hingga biawak.

Baca juga:  Sekda Buka Raker dan Koordinasi UPZ se- Kabupaten Tangerang

“Saya kan samping sawah ya rumahnya, kadang ada aja gitu binatang yang masuk. Bahkan biawak yang gak tau asalnya dari mana itu sering bolak-balik, suka masuk dari mananya juga bingung,” ungkapnya.

Lanjutnya, Janur juga menuturkan bahwa dirinya bersama keluarga sangat menginginkan bantuan dari pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji.

“Ya kalau di foto-foto sama Rt yang dulu hingga sekarang sih sering, tapi gak tau kenapa hingga saat ini masih aja belum ada perhatian dari pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji,” tuturnya.

“Semoga pihak pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pakuhaji bahkan Pemkab Tangerang bisa membantu untuk bantuan program bedah rumah, agar kami sekeluarga bisa tinggal dengan nyaman tanpa adanya ketakutan saat tidur nyenyak,” imbuhnya.

(Bandi Badut)