Antisipasi El Nino, Sebanyak 1.000 Hektare di Sembilan Kecamatan Akan Mendapat Bantuan Benih Padi

Avatar photo
El Nino
Foto: Sawah yang berada di Kecamatan Sukadiri.
banner 120x600

Matapantura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mendeteksi sembilan kecamatan terdampak fenomena cuaca El Nino.

Oleh karena itu, DPKP Kabupaten Tangerang segera melakukan pendistribusian bantuan benih padi varietas tahan kering untuk 1.000 hektare di area pertanian yang terdampak.

Hal itu dikatakan kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno memprediksi terdapat sembilan kecamatan yang akan terdampak fenomena tersebut yaitu Kecamatan Sindang Jaya, Jambe, Kronjo, Kresek, Jayanti, Gunung Kaler, Mauk dan Kemiri.

“Prediksi akan ada sembilan Kecamatan yang mengalami kekeringan. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk bantuan benih yang tahan terhadap kekeringan atau pola tanam hemat air untuk 1.000 hektare dan kita sudah siap untuk menditribusikan ke setiap daerah yang terdampak El Nino,” katanya.

Asep menuturkan pihaknya turut menurunkan sejumlah unit mesin pompa air untuk menanggulangi kekurangan air yang diperkirakan akan melanda di daerah pertanian pada sembilan kecamatan tersebut.

“Kami sudah menyiapkan 8 unit mesin pompa air untuk menanggulangi kekurangan air di area terdampak. Monitoring dan intervensi juga terus kami lakukan pada area yang mengalami kekeringan, salah satunya dengan melakukan pemantauan sumber air di area tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Brin dan BMKG mengatakan hingga saat ini wilayah Banten masih dinilai aman. Diperkirakan puncak fenomena tersebut akan terjadi pada Agustus dan September mendatang.

“Kami akan menitikberatkan pada antisipasi kekeringan dampak fenomena El Nino dengan memonitoring lahan-lahan yang terjadi kekeringan dan melihat potensi sumber air yang ada disana. Kalau sumber air dari irigasi sekunder masih mencukupi dari sisi debit maka kita akan memberikan bantuan pompa,” pungkasnya.

Baca juga:  Karhutla Terjadi di Kota Wisata Takengon, Dirjen Bina Adwil Ingatkan Lagi Kesiapsiagaan Daerah

(Bandi Badut)