<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stop Kekerasan Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/stop-kekerasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/stop-kekerasan/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Aug 2023 03:52:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>Stop Kekerasan Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/stop-kekerasan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Oknum Pegawai Panitera Pengadilan Agama Tigaraksa Diduga Menganiaya WNS</title>
		<link>https://matapantura.id/oknum-pegawai-panitera-pengadilan-agama-tigaraksa-diduga-menganiaya-wns/</link>
					<comments>https://matapantura.id/oknum-pegawai-panitera-pengadilan-agama-tigaraksa-diduga-menganiaya-wns/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2023 03:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Kekerasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=3327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Oknum pegawai Panitera Pengadilan Agama Tigaraksa berinisial OH dilaporkan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap istri sirinya berinisial WNS. Penganiayaan terhadap WNS oleh suaminya berinisial OH itu berlangsung di kantor Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (9/8/2023) sekira pukul 11.00 WIB. WNS menceritakan peristiwa itu berawal ketika dirinya meminta penjelasan terkait hubungan keduanya. Namun [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/oknum-pegawai-panitera-pengadilan-agama-tigaraksa-diduga-menganiaya-wns/">Oknum Pegawai Panitera Pengadilan Agama Tigaraksa Diduga Menganiaya WNS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Oknum pegawai Panitera Pengadilan Agama Tigaraksa berinisial OH dilaporkan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap istri sirinya berinisial WNS.</p>
<p>Penganiayaan terhadap WNS oleh suaminya berinisial OH itu berlangsung di kantor Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (9/8/2023) sekira pukul 11.00 WIB.</p>
<p>WNS menceritakan peristiwa itu berawal ketika dirinya meminta penjelasan terkait hubungan keduanya. Namun tak disangka, WNS mendapat perlakuan kekerasan fisik oleh OH suami sirinya.</p>
<p>&#8220;Saya minta kejelasan ke dia. Katanya dia bulan Agustus ini bilangnya mau tinggal bersama di rumah saya. Terus dia nyambungnya ke foto di Facebook supaya di hapus, saya bilang kamu (OH) banyak alasan banget. Terus dia jalan kaya nantangin gitu sambil jalan ke tangga terus saya samperin eh dia malah ke pojok tangga terus saya langsung aja di pukul sama dia,&#8221; katanya, saat dimintai keterangan, Sabtu 12 Agustus 2023.</p>
<p>Dia mengatakan dirinya hanya meminta penjelasan antara hubungan mereka. WNS menganggap OH selalu memberikan alasan ke dirinya.</p>
<p>WNS mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sempat berpisah selama satu tahun, namun kemudian keduanya kembali rujuk. WNS sendiri merupakan istri kedua dari OH yang dinikahinya secara siri.</p>
<p>&#8220;Pertama saya pernah menikah sama dia terus saya bercerai, saya sakit hati kan. Setelah satu tahun dia muncul lagi ke kehidupan saya terus dia minta maaf menyesali perlakuan dia ke saya, dia bilang bakal hidup sama saya dan akan adil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut keterangannya, bukan kali ini saja OH melakukan kekerasan terhadap WNS.</p>
<p>&#8220;Sering kalau berantem, bukan kali ini saja. Dicekik pernah, sampai pernah ke IGD karena kepala saya dipantogin (dibentur). Dia yang pertama terus yang melakukan kekerasan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, WNS alami luka lebam di bagian rahangnya. &#8220;Luka lebam di bagian rahang bawah saya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, kuasa hukum korban, Doni Ahmad Solihin sudah membuat Laporan Polisi Nomor: LP/B352/VIII/2023/SPKT di Polresta Tangerang.</p>
<p>Doni mengatakan, pelaporan dibuat atas dugaan penganiayaan terhadap kliennya.</p>
<p>&#8220;Sudah buat LP, tinggal tunggu proses selanjutnya saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Doni juga mengatakan kasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.</p>
<p>&#8220;Pada hari Jumat kemarin kita sudah ke dinas perlindungan perempuan dan anak dan sudah ditanggapi sehingga akan ditindak lanjuti oleh baik dari pemerintah maupun dari pihak kepolisian,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>(Red)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/oknum-pegawai-panitera-pengadilan-agama-tigaraksa-diduga-menganiaya-wns/">Oknum Pegawai Panitera Pengadilan Agama Tigaraksa Diduga Menganiaya WNS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/oknum-pegawai-panitera-pengadilan-agama-tigaraksa-diduga-menganiaya-wns/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekjen Kemendagri Dukung Generasi Muda Yang Bebas Kekerasan di Tengah Perkembangan Teknologi</title>
		<link>https://matapantura.id/sekjen-kemendagri-dukung-generasi-muda-yang-bebas-kekerasan-di-tengah-perkembangan-teknologi/</link>
					<comments>https://matapantura.id/sekjen-kemendagri-dukung-generasi-muda-yang-bebas-kekerasan-di-tengah-perkembangan-teknologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 02:13:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi industri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Kekerasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=2083</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mendukung generasi muda yang bebas kekerasan di tengah perkembangan teknologi yakni revolusi industri kelima. Hal itu disampaikan Suhajar pada acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023). Menurut Suhajar, saat ini masyarakat sesungguhnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sekjen-kemendagri-dukung-generasi-muda-yang-bebas-kekerasan-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Sekjen Kemendagri Dukung Generasi Muda Yang Bebas Kekerasan di Tengah Perkembangan Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://matapantura.id" target="_blank" rel="noopener">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mendukung generasi muda yang bebas kekerasan di tengah perkembangan teknologi yakni revolusi industri kelima.</p>
<p>Hal itu disampaikan Suhajar pada acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023).</p>
<p>Menurut Suhajar, saat ini masyarakat sesungguhnya sudah memasuki gelombang kelima revolusi industri. Hal ini ditandai dengan adanya robot dan kecerdasan buatan.</p>
<p>Tak hanya itu, peran-peran manusia yang telah berkolaborasi dengan robot dan tidak menutup kemungkinan robot lebih memiliki peran daripada manusia.</p>
<p>“Sehingga hari ini perang juga mungkin sudah menggunakan teknologi yang sangat canggih, sehingga gelombang keempat dan kelima ini tetap harus dikuasai oleh generasi-generasi kita sekarang. Maka tugas kita sebagai pemimpin hari ini memberi ruang kepada generasi muda kita untuk masuk ke menaklukkan faktor eksternal tadi,” katanya.</p>
<p>Meskipun teknologi saat ini berkembang dengan cepat, Suhajar tak memungkiri adanya faktor eksternal yang menjadi ancaman generasi muda, yaitu terkait dengan kekerasan di kelompok remaja.</p>
<p>Lanjutnya, Dia mengungkap data kekerasan di Indonesia masih tinggi. Indonesia menduduki peringkat lima atau 41 persen tingkat kekerasan tertinggi di dunia.</p>
<p>“Artinya kasus pukul memukul di kita masih banyak. Dalam buku Thomas Lickona, negara akan menuju krisis karakter apabila terlihat 10 ciri, satu di antaranya adalah meningkatnya kekerasan di kelompok remaja. Jadi kita dengan 41 persen itu tinggi,” ujarnya.</p>
<p>Untuk itu dia berharap, generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin ke depan harus mengedepankan karakter dan intelektual sehingga kekerasan bisa dicegah.</p>
<p>Tak hanya itu, perlu juga memperkuat toleransi sehingga kekerasan bisa diminimalisasi. Toleransi itu juga semestinya dipupuk baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Selain itu, Suhajar juga menekankan pentingnya melakukan olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olahraga.</p>
<p>Menurutnya, olah rasa ini dapat dikembangkan melalui seni dan budaya, sehingga muncul empati serta rasa mengasihi.</p>
<p>“Jadi keempat olah ini hati, pikir, rasa, dan raga, itulah yang harus terus diolah untuk menjadi generasi yang berkarakter, karena sesungguhnya kehidupan kita di masa depan adalah melayani rakyat,” tandasnya.</p>
<p><strong>(Bandi Badut)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sekjen-kemendagri-dukung-generasi-muda-yang-bebas-kekerasan-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Sekjen Kemendagri Dukung Generasi Muda Yang Bebas Kekerasan di Tengah Perkembangan Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/sekjen-kemendagri-dukung-generasi-muda-yang-bebas-kekerasan-di-tengah-perkembangan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Dugaan Kekerasan, Pemkot Bergegas Tuntaskan</title>
		<link>https://matapantura.id/ada-dugaan-kekerasan-pemkot-bergegas-tuntaskan/</link>
					<comments>https://matapantura.id/ada-dugaan-kekerasan-pemkot-bergegas-tuntaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 18:41:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[DP3AP2KB Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Kriminalitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=2023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id, Tangerang &#8211; Menindaklanjuti pengaduan adanya dugaan kekerasan seksual di SDN 4 dan 6 Poris Plawad pada Selasa (6/6/2023), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) beserta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota), langsung bergegas mendatangi Lokasi SDN 4 dan 6 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/ada-dugaan-kekerasan-pemkot-bergegas-tuntaskan/">Ada Dugaan Kekerasan, Pemkot Bergegas Tuntaskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://matapantura.id" target="_blank" rel="noopener">Matapantura.id</a></strong>, <a href="https://tangerangkota.go.id" target="_blank" rel="noopener">Tangerang</a> &#8211; Menindaklanjuti pengaduan adanya dugaan kekerasan seksual di SDN 4 dan 6 Poris Plawad pada Selasa (6/6/2023), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) beserta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota), langsung bergegas mendatangi Lokasi SDN 4 dan 6 Poris Plawad.</p>
<p>Tujuan dari pada mendatangi lokasi tersebut untuk mencari terduga pelaku serta mengumpulkan informasi dari pihak-pihak terkait dengan mengadakan pertemuan di ruang Kepala Sekolah.</p>
<p>Kepala DP3AP3KB, Jatmiko, menuturkan, pihaknya langsung sambangi sekolah dimaksud untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dari pihak sekolah maupun orang tua murid serta mencari terduga pelaku. Namun, terduga pelaku belum dapat ditemukan dan pihak kepolisian unit PPA segera melakukan pencarian sesuai dengan data identitas yang sudah didapatkan.</p>
<p>“Pemkot Tangerang, tentunya tidak mentolerir kekerasan terhadap anak dalam bentuk apapun. Anak-anak itu harusnya mendapat perlindungan dan kasih sayang, bukan perbuatan kekerasan seksual yang membuat mereka merasa ketakutan,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Jatmiko, DP3AP3KB selama ini senantiasa melakukan sosialisasi yang intensif kepada sekolah-sekolah di Kota Tangerang, dengan turut melibatkan kepolisian, psikolog sampai anggota DPRD, untuk memberikan penyuluhan bahaya ancaman kekerasan terhadap anak, yang menyasar audience dari tenaga pengajar, para orang tua murid, serta anak-anak murid.</p>
<p>Seperti yang telah dilakukan DP3AP2KB terhadap rnam Sekolah tingkat SMP pada bulan Mei dan Juni tahun 2023 juga kembali dilakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di tingkat Sekolah Dasar dan SMP.</p>
<p>“Langkah ini, dilakukan tak lain untuk mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah,” ungkapnya.</p>
<p>Seraya berpesan kepada masyarakat Kota Tangerang khususnya para orang tua murid, untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.</p>
<p>“Selalu waspada ya bapak-ibu, jaga anak-anaknya dengan sebaik-baiknya jangan sampai lengah,” pesannya.</p>
<p>“Kami akan berupaya tuntaskan bersama pihak kepolisian. Dan tentunya, kami berterima kasih atas keberanian orang tua murid yang telah memberikan informasinya,” ucapnya saat ditemui seusai melakukan pertemuan dengan pihak sekolah.</p>
<p>Adapun berdasarkan informasi yang diperoleh, terduga pelaku S usia 47 tahun adalah pedagang mainan keliling yang biasa berjualan di depan SDN Poris Plawad 4 dan 6. Dan bagi pelapor (rdk- orang tua murid) yang akan melakukan proses hukum terhadap terduga pelaku, tentunya Pemkot Tangerang melalui DP3AP2KB, akan turut mendampingi hingga tuntas.</p>
<p><strong>(Zarot)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/ada-dugaan-kekerasan-pemkot-bergegas-tuntaskan/">Ada Dugaan Kekerasan, Pemkot Bergegas Tuntaskan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/ada-dugaan-kekerasan-pemkot-bergegas-tuntaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
