<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RS Sari Asih Group Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/rs-sari-asih-group/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/rs-sari-asih-group/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 09:45:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>RS Sari Asih Group Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/rs-sari-asih-group/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</title>
		<link>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/</link>
					<comments>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 09:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesehatan, matapantura.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026. Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat. Agar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/">Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesehatan, <a href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a> &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026.</p>
<p>Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat.</p>
<p>Agar di ketahui, campak bukan sekadar ruam biasa. Ini adalah infeksi virus yang tingkat penularannya sangat tinggi, terutama pada anak-anak. Jika diabaikan, penyakit ini berisiko memicu komplikasi yang membahayakan nyawa.</p>
<p>Itulah sebabnya, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tandanya sejak dini serta tahu langkah apa yang harus diambil saat merawat anak di rumah.</p>
<p><strong>1. Waspadai Gejala Awal: Lebih dari Sekadar Flu</strong></p>
<p>Menurut <a href="https://www.sariasih.id/">dr. Putri Mutiara Sari dari RS Sari Asih Cipondoh</a>, gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal. Namun, kombinasi gejala berikut patut diwaspadai:</p>
<p>• Demam Drastis: Suhu tubuh anak bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40°C.</p>
<p>• Gejala Pernapasan &amp; Mata: Batuk kering, hidung tersumbat (pilek), serta mata yang memerah dan berair.</p>
<p>• Bintik Koplik (Tanda Khas): Perhatikan area dalam mulut (pipi bagian dalam). Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah, itu adalah tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.</p>
<p>• Ruam Merah yang Menyebar: Ruam biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu.</p>
<p>Catatan: Gejala ini biasanya baru muncul 7 hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.</p>
<p><strong>2. Pertolongan Pertama dan Perawatan di Rumah</strong></p>
<p>Jika si kecil terdiagnosis campak, fokus utama adalah menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan dengan langkah-langkah berikut:</p>
<p>• Istirahat Total &amp; Isolasi: Pastikan anak istirahat dengan cukup dan batasi kontak dengan anggota keluarga lain (terutama bayi yang belum imunisasi) untuk memutus rantai penularan.</p>
<p>• Cegah Dehidrasi: Demam tinggi dan sariawan sering membuat anak malas minum. Berikan air putih, sup hangat, atau jus buah secara rutin.</p>
<p>• Obat Penurun Panas: Gunakan parasetamol sesuai dosis anjuran dokter. Penting: Hindari penggunaan aspirin pada anak karena risiko komplikasi fatal.</p>
<p>• Jaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier atau pelembap udara untuk membantu meredakan batuk dan sesak di hidung.</p>
<p><strong>3. Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?</strong></p>
<p>Jangan menunda untuk membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:<br />
1. Demam tinggi yang tidak kunjung reda lebih dari 3 hari.<br />
2. Tanda dehidrasi (bibir sangat kering, jarang buang air kecil).<br />
3. Gangguan pernapasan seperti sesak napas atau nyeri dada.<br />
4. Anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau mengalami kejang.</p>
<p>Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, pneumonia (paru-paru basah), hingga ensefalitis (radang otak). Anda bisa segera melakukan konsultasi dengan spesialis di poli anak rumah sakit terdekat untuk diagnosis yang akurat.</p>
<p><strong>Pencegahan Utama</strong></p>
<p>Cara terbaik melindungi anak dari ancaman campak adalah melalui vaksinasi. Pastikan buah hati Anda mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk vaksin MMR, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh IDAI.</p>
<p><strong>(Mad/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/">Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarak Ramadan 1447 H di RS Sari Asih, Kegiatan Ibadah dan Sosial</title>
		<link>https://matapantura.id/semarak-ramadan-1447-h-di-rs-sari-asih-kegiatan-ibadah-dan-sosial/</link>
					<comments>https://matapantura.id/semarak-ramadan-1447-h-di-rs-sari-asih-kegiatan-ibadah-dan-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 07:55:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Ibadah dan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9548</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, matapantura.id &#8211; Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang penuh berkah, DKM Masjid RS Sari Asih Group kembali menghadirkan rangkaian program ibadah dan sosial yang komprehensif. Mengusung semangat kebersamaan dan peningkatan takwa, seluruh kegiatan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi jamaah dalam menggapai kemuliaan bulan suci di lingkungan rumah sakit. DKM Masjid RS Sari Asih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/semarak-ramadan-1447-h-di-rs-sari-asih-kegiatan-ibadah-dan-sosial/">Semarak Ramadan 1447 H di RS Sari Asih, Kegiatan Ibadah dan Sosial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, matapantura.id &#8211;</strong> Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang penuh berkah, DKM Masjid RS Sari Asih Group kembali menghadirkan rangkaian program ibadah dan sosial yang komprehensif.</p>
<p>Mengusung semangat kebersamaan dan peningkatan takwa, seluruh kegiatan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi jamaah dalam menggapai kemuliaan bulan suci di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>DKM Masjid RS Sari Asih Group berkomitmen untuk menghidupkan suasana masjid sepanjang hari melalui berbagai aktivitas spiritual dan edukasi bagi karyawan, pasien, maupun masyarakat umum.</p>
<p><strong>Agenda Rutin dan Edukasi Spiritual</strong></p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai bahkan sebelum Ramadan tiba melalui program Tarhib Ramadan. Dalam kegiatan ini, dilakukan pembagian jadwal imsakiyah kepada warga sekitar sebagai bentuk pengingat dan persiapan memasuki bulan puasa.</p>
<p>Selama bulan berjalan, masjid akan diisi dengan agenda harian yang mempertebal wawasan keislaman, antara lain:</p>
<p>• Kultum Ramadan: Dilaksanakan setiap hari setelah shalat Dzuhur, menjadi sarana edukasi yang efektif di sela-sela aktivitas kerja.<br />
• Tadarus dan Semaan Al-Qur’an: Program rutin harian untuk menjaga interaksi dengan kitab suci. Khusus untuk Semaan, kegiatan dilaksanakan pada waktu pagi dan menjelang waktu Maghrib.</p>
<p><strong>Program Sosial dan Pembinaan Pemuda</strong></p>
<p>Masjid RS Sari Asih Group secara khusus menyelenggarakan pembagian takjil gratis setiap hari. Program ini menyasar para karyawan, masyarakat umum, hingga pengemudi ojek online yang sedang menempuh perjalanan saat waktu berbuka tiba.</p>
<p>Perhatian besar juga diberikan pada pembinaan generasi muda melalui kegiatan terstruktur, seperti:</p>
<p>1. Pesantren Kilat: Berlangsung pada 16 hingga 22 Februari 2026.<br />
2. Bazaar Ramadan: Digelar mulai tanggal 8 hingga 17 Maret 2026 untuk menyemarakkan ekonomi umat.</p>
<p><strong>Menjemput Keutamaan Malam Lailatul Qadar</strong></p>
<p>Memasuki fase pertengahan hingga akhir Ramadan, DKM RS Sari Asih Group menyiapkan agenda besar guna memperingati momen-momen spesial Islam:</p>
<p>• Peringatan Nuzulul Qur’an: Memperingati turunnya Al-Qur’an pada 17 Ramadan 1447 H.<br />
• Qiyamul Lail dan Sahur Bersama: Fokus ibadah di 10 malam terakhir Ramadan untuk menjemput keutamaan malam Lailatul Qadar.</p>
<p><strong>Penyaluran Zakat dan Santunan</strong></p>
<p>Ramadan juga menjadi momentum terbaik untuk berbagi. Melalui program sosialnya, DKM Masjid RS Sari Asih Group memfasilitasi penyaluran donasi melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa. Selain itu, masjid juga melayani pengumpulan serta penyaluran Zakat Fitrah bagi jamaah yang ingin menunaikan kewajibannya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Gema Takbiran pada malam terakhir Ramadan sebagai bentuk syukur, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah di area masjid.</p>
<p>Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai sarana transformasi diri menjadi pribadi yang lebih baik dengan aktif memakmurkan masjid.</p>
<p><strong>(Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/semarak-ramadan-1447-h-di-rs-sari-asih-kegiatan-ibadah-dan-sosial/">Semarak Ramadan 1447 H di RS Sari Asih, Kegiatan Ibadah dan Sosial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/semarak-ramadan-1447-h-di-rs-sari-asih-kegiatan-ibadah-dan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</title>
		<link>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/</link>
					<comments>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 02:11:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9335</guid>

					<description><![CDATA[<p>KESEHATAN, matapantura.id &#8211; Kosmetik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang penampilan. Namun, apakah Anda yakin produk kosmetik yang Anda gunakan benar-benar aman?. Sebagian kosmetik, terutama yang tidak terdaftar secara resmi, mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang berisiko bagi kesehatan. Menurut dr. Putri Ramadhani, Sp.DVE, Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/">dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KESEHATAN, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a></span> &#8211;</strong> Kosmetik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang penampilan. Namun, apakah Anda yakin produk kosmetik yang Anda gunakan benar-benar aman?.</p>
<p dir="ltr">Sebagian kosmetik, terutama yang tidak terdaftar secara resmi, mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang berisiko bagi kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Menurut dr. Putri Ramadhani, Sp.DVE, Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan di RS Sari Asih Ciputat, penggunaan kosmetik dengan kandungan bahan berbahaya dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun panjang yang serius, termasuk risiko kanker dan gangguan kesehatan kronis. Berikut adalah ulasan lebih mendalam tentang bahaya bahan-bahan tersebut.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bahan Berbahaya dalam Kosmetik dan Dampaknya:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Merkuri</p>
<p dir="ltr">Merkuri sering digunakan sebagai bahan pemutih karena kemampuannya menghambat produksi melanin. Namun, bahayanya tak bisa diremehkan:</p>
<p dir="ltr">• Kulit: Menyebabkan iritasi, dermatitis, bahkan kerusakan kulit permanen.<br />
• Sistemik: Diserap melalui kulit, merkuri dapat merusak ginjal, sistem saraf, dan otak.<br />
• Paparan jangka panjang: Meningkatkan risiko kanker akibat akumulasi dalam tubuh.</p>
<p dir="ltr">2. Hidrokuinon</p>
<p dir="ltr"><strong>Sebagai agen pemutih kulit, hidrokuinon dapat memberikan hasil cepat. Namun, penggunaan tanpa pengawasan atau dalam dosis tinggi dapat:</strong></p>
<p dir="ltr">• Menyebabkan okronosis eksogen, yakni penggelapan kulit yang bersifat permanen.<br />
• Berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit karena sifat karsinogeniknya.</p>
<p dir="ltr">3. Steroid Kuat</p>
<p dir="ltr">Steroid dalam kosmetik ilegal dapat memberikan efek instan pada kulit, tetapi penggunaannya tanpa pengawasan medis dapat:</p>
<p dir="ltr">• Menyebabkan kulit menipis, jerawat steroid, hingga perubahan warna kulit.<br />
• Menekan fungsi adrenal yang berisiko bagi kesehatan tubuh.</p>
<p dir="ltr">4. Paraben<br />
Bahan pengawet ini banyak digunakan dalam produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Sayangnya, beberapa studi menunjukkan paraben dapat meniru hormon estrogen, meningkatkan risiko kanker payudara.</p>
<p dir="ltr">5. Timbal (Lead)</p>
<p dir="ltr">Timbal sering ditemukan dalam lipstik atau produk kosmetik lainnya meski dalam kadar rendah. Namun, paparan terus-menerus dapat menyebabkan:</p>
<p dir="ltr">• Kerusakan saraf dan keracunan sistemik.<br />
• Potensi risiko kanker akibat akumulasi timbal di dalam tubuh.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tips Aman Memilih Kosmetik</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Agar tetap tampil cantik tanpa mengorbankan kesehatan, dr. Putri Ramadhani, SpDV, menyarankan untuk:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Cek label dan komposisi: Hindari produk dengan bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, atau paraben.</p>
<p dir="ltr">2. Pastikan legalitas produk: Gunakan kosmetik yang telah terdaftar di BPOM dengan memeriksa nomor registrasinya di situs resmi BPOM untuk memastikan asli tidaknya.</p>
<p dir="ltr">3. Hindari produk ilegal: Produk tanpa merek atau lisensi sering kali mengandung bahan yang tidak aman.</p>
<p dir="ltr">4. Pilih produk alami: Meski organik cenderung lebih aman, tetap perhatikan kemungkinan alergi.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kesehatan Lebih Penting dari Sekadar Penampilan</strong></p>
<p dir="ltr">“Jangan mudah tergoda oleh hasil instan yang ditawarkan kosmetik ilegal. Keamanan produk yang digunakan sangat penting untuk melindungi kesehatan kulit dan tubuh dalam jangka panjang,” tegas dr. Putri Ramadhani, SpDVE.</p>
<p dir="ltr">Dengan bijak memilih produk kosmetik, kita tak hanya merawat penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh untuk masa depan. Prioritaskan keselamatan, karena kesehatan adalah investasi terbaik.</p>
<p dir="ltr"><strong>(Mad/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/">dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</title>
		<link>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/</link>
					<comments>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 12:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<category><![CDATA[Virus HMPV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9332</guid>

					<description><![CDATA[<p>KESEHATAN, matapantura.id &#8211; Virus Human Metapneumovirus (hMPV) kini menjadi perhatian setelah dilaporkan meningkat di beberapa negara, seperti China dan Malaysia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah mengonfirmasi keberadaan virus ini di Indonesia. Meski seringkali menyebabkan infeksi ringan, hMPV dapat menjadi serius, terutama bagi individu yang rentan. Hal senada dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/">Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KESEHATAN, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a></span> &#8211;</strong> Virus Human Metapneumovirus (hMPV) kini menjadi perhatian setelah dilaporkan meningkat di beberapa negara, seperti China dan Malaysia.</p>
<p dir="ltr">Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah mengonfirmasi keberadaan virus ini di Indonesia. Meski seringkali menyebabkan infeksi ringan, hMPV dapat menjadi serius, terutama bagi individu yang rentan.</p>
<p dir="ltr">Hal senada dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS IMC Bintaro (RS Sari Asih Group), dr Amelia Fitria Dewi, Sp.PD, menerangkan, jika Human Metapneumovirus (hMPV) adalah virus penyebab infeksi saluran pernapasan yang umum, tetapi dapat menjadi serius pada individu dengan risiko tinggi.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, Human Metapneumovirus (hMPV) adalah virus yang juga mirip parainfluenza, dan virus ini bisa menyebabkan penyakit campak. Diketahui, hMPV ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda, meskipun diyakini telah ada jauh sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">Virus ini menjadi penyebab umum infeksi saluran pernapasan, terutama pada bayi, anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bagaimana Virus hMPV Menyebar?</strong><br />
<strong>hMPV menyebar melalui:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Droplet udara: Ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.<br />
2. Kontak langsung: Memegang permukaan atau benda yang terkontaminasi hMPV, lalu tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.<br />
3. Kontak dekat: Seperti berjabat tangan atau berciuman dengan seseorang yang terinfeksi.<br />
Infeksi ini lebih sering terjadi pada akhir musim dingin hingga musim semi, tetapi dapat menyebar sepanjang tahun.</p>
<p dir="ltr">Gejala hMPV mirip dengan infeksi saluran pernapasan lain seperti flu atau pilek. Tingkat keparahannya bisa bervariasi, dari hanya ringan sampai berat.</p>
<p dir="ltr">1. Pilek atau hidung tersumbat.<br />
2. Batuk.<br />
3. Demam ringan hingga sedang.<br />
4. Sakit tenggorokan.<br />
5. Sesak napas atau napas berbunyi (wheezing).<br />
6. Kelelahan atau lemah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pada beberapa kasus, terutama pada kelompok rentan, hMPV dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius seperti:</strong></p>
<p dir="ltr">• Bronkiolitis: Peradangan pada saluran udara kecil di paru-paru.<br />
• Pneumonia: Infeksi paru-paru.<br />
• Eksaserbasi penyakit paru kronis: Misalnya pada pasien dengan asma atau PPOK.<br />
Siapa yang Berisiko?</p>
<p dir="ltr">1. Bayi dan anak kecil: hMPV adalah penyebab umum infeksi saluran pernapasan pada kelompok ini.<br />
2. Lansia: Sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat mereka lebih rentan.<br />
3. Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah: Seperti pasien HIV, kanker, atau penerima transplantasi organ.<br />
4. Penderita penyakit paru kronis: Misalnya asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).</p>
<p dir="ltr">Untuk saat ini, tidak ada pengobatan khusus atau antivirus yang disetujui untuk hMPV. Penanganan berfokus pada meringankan gejala dan mendukung sistem tubuh dalam melawan infeksi.</p>
<p dir="ltr">“Saat tubuh demam atau nyeri bisa diringankan dengan obat antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen. Dan jika terjadi hidrasi, minum cukup cairan untuk mencegah dehidrasi. Sedangkan jika batuk, bisa menggunakan humidifier atau konsumsi cairan hangat untuk meredakan iritasi tenggorokan,” ujar dr Amelia Fitria Dewi, Sp.PD.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pencegahan hMPV</strong></p>
<p dir="ltr">1. Cuci tangan: Dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik.<br />
2. Hindari kontak dekat: Dengan orang yang sakit.<br />
3. Gunakan masker: Saat di tempat umum atau jika sedang sakit.<br />
4. Disinfeksi permukaan: Bersihkan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu dan mainan anak-anak.<br />
5. Etika batuk: Tutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin.</p>
<p dir="ltr">Dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan individu yang sakit, dan segera mencari perawatan medis saat gejala berat muncul, risiko komplikasipun dapat diminimalkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>(Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/">Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
