<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pakuhaji Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/pakuhaji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/pakuhaji/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Dec 2024 05:13:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>Pakuhaji Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/pakuhaji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kurang dari 12 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Gadis Ditemukan di Semak-Semak Rumput di Pakuhaji Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/kurang-dari-12-jam-polisi-ringkus-pelaku-pembunuhan-gadis-ditemukan-di-semak-semak-rumput-di-pakuhaji-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/kurang-dari-12-jam-polisi-ringkus-pelaku-pembunuhan-gadis-ditemukan-di-semak-semak-rumput-di-pakuhaji-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 05:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pakuhaji]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Metro Tangerang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Tangerang &#8211; Tim Gabungan Sat Reskrim, Unit Reskrim Polsek Jatiuwung, dan Unit Reskrim Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan separuh telanjang dan luka kepala akibat kekerasan di semak-semak rumput pinggiran Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. pada Rabu (4/12/2024) petang. Pasca penemuan jasad [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/kurang-dari-12-jam-polisi-ringkus-pelaku-pembunuhan-gadis-ditemukan-di-semak-semak-rumput-di-pakuhaji-tangerang/">Kurang dari 12 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Gadis Ditemukan di Semak-Semak Rumput di Pakuhaji Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Tangerang</strong> &#8211; Tim Gabungan Sat Reskrim, Unit Reskrim Polsek Jatiuwung, dan Unit Reskrim Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan separuh telanjang dan luka kepala akibat kekerasan di semak-semak rumput pinggiran Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. pada Rabu (4/12/2024) petang.</p>
<p>Pasca penemuan jasad gadis berusia 22 tahun diketahui bernama Ita Kartika itu. Polisi bergerak cepat dan kurang dari 12 jam berhasil meringkus rekan kerja korban dengan inisial INI (27) sebagai pelaku tunggal.</p>
<p>Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Kasat Reskrim Kompol David Yanuar Kanitero mengungkapkan, untuk motif sementara dari pelaku menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dengan perkataan korban.</p>
<p>&#8220;Pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korban, terjadi pada Senin, 2 Desember 2024 petang, dan jasad korban ditemukan pada Rabu 4 Desember 2024 petang oleh warga saat hendak mancing di TKP. Pelaku mengaku sakit hati dengan perkataan yang dilontarkan korban terhadapnya,&#8221; terang Zain, Jum&#8217;at (6/12/2024)</p>
<p>Ia menjelaskan hubungan antara pelaku dan korban merupakan rekan kerja di suatu perusahaan di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang. Sebelumnya, sepulang kerja korban dan pelaku ini janjian bertemu di suatu tempat di kawasan simpang cadas, Tangerang.</p>
<p>&#8220;Saat bertemu sepulang bekerja, antara pelaku dan korban sepakat untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor milik korban,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lanjutnya, pada saat di SPBU Desa Gaga, keduanya saling berbincang-bincang. Korban bercerita bahwa sedang menyukai seseorang. Lalu pelaku bertanya bagaimana pandangan korban terhadapnya, kemudian dijawab korban, pelaku tidak pernah merapikan rambut, berkulit hitam, dan tidak akan punya pacar kalau tidak dijodohkan.</p>
<p>&#8220;Akibat perkataan tersebut, pelaku merasa sakit hati dan mengajak korban ke pinggir Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang (TKP) untuk berfoto-foto,&#8221; terangnya.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/kurang-dari-12-jam-polisi-ringkus-pelaku-pembunuhan-gadis-ditemukan-di-semak-semak-rumput-di-pakuhaji-tangerang/">Kurang dari 12 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Gadis Ditemukan di Semak-Semak Rumput di Pakuhaji Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/kurang-dari-12-jam-polisi-ringkus-pelaku-pembunuhan-gadis-ditemukan-di-semak-semak-rumput-di-pakuhaji-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Moch Maesyal Rasyid Hadiri Acara Silaturahmi di wilayah Pakuhaji Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/moch-maesyal-rasyid-hadiri-acara-silaturahmi-di-wilayah-pakuhaji-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/moch-maesyal-rasyid-hadiri-acara-silaturahmi-di-wilayah-pakuhaji-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 05:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Maesyal Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Pakuhaji]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=7809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Drs. H. Moch Maesyal Rasyid yang kerap disapa Rudi Maesyal, menghadiri acara silaturahmi yang digelar oleh H. Husain Kamil Al Paridi, di Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 14 Juni 2024. Pada kehadirannya dalam acara silaturahmi tersebut yang mengusung tema &#8216;Quo Vadis&#8217; Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid menceritakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/moch-maesyal-rasyid-hadiri-acara-silaturahmi-di-wilayah-pakuhaji-tangerang/">Moch Maesyal Rasyid Hadiri Acara Silaturahmi di wilayah Pakuhaji Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <a href="https://matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Drs. H. Moch Maesyal Rasyid yang kerap disapa Rudi Maesyal, menghadiri acara silaturahmi yang digelar oleh H. Husain Kamil Al Paridi, di Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 14 Juni 2024.</p>
<p>Pada kehadirannya dalam acara silaturahmi tersebut yang mengusung tema &#8216;Quo Vadis&#8217; Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid menceritakan kenangannya saat menjabat di Sekretaris Camat (Sekcam) Pakuhaji.</p>
<p>&#8220;Kehadiran saya di desa Buaran Mangga merupakan nostalgia karena pada tahun 1994 sampai tahun 1999 saya bertugas menjadi sekcam di Kecamatan Pakuhaji,&#8221; terang Maesyal Rasyid.</p>
<p>Tak hanya bernostalgia, Maesyal Rasyid juga menganggap Kecamatan Pakuhaji merupakan rumah kedua nya karena kata dia saat dulu bertugas ia kerap bersilaturahmi ke tokoh ulama bahkan menginap.</p>
<p>&#8220;Saya senang saya bahagia datang lagi ke rumah kedua saya di Pakuhaji, saya pernah tugas disini artinya saya balik lagi ke kampung halaman saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut Maesyal Rasyid mengucapakan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Kecamatan Pakuhaji yang sudah berperan aktif dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Tangerang.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sampai saat ini terus bersama-sama pemerintah daerah dalam peran serta memberikan kontribusi mengawasi pembangunan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Jadi pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak akan pernah berhasil tanpa partisipasi masyarakat di Kabupaten Tangerang untuk kemajuan dan kemaslahatan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara H Husain Kamil Al Paridi merasa terkejut dengan kehadiran ribuan warga di Kediamannya, ia tak menyangka warga antusias menghadiri silaturahmi bersama Sekda Kabupaten Tangerang.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka masyarakat antusias ini menghadiri silaturahmi bersama pak Sekda biasanya kan kami juga sering menggelar silaturahmi tapi tidak seperti ini, ini mah masyarakat <em><strong>ngebeludak</strong></em>,&#8221; kata H Kamil</p>
<p>Meski begitu ia bersyukur dan mengucap terimakasih kepada masyarakat Desa Buaran Mangga karena kegiatan silaturahmi yang digelar oleh pihaknya ini berjalan sukses tanpa ada kendala.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah hadir, mari kita bangun kabupaten Tangerang yang lebih gemilang lagi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/moch-maesyal-rasyid-hadiri-acara-silaturahmi-di-wilayah-pakuhaji-tangerang/">Moch Maesyal Rasyid Hadiri Acara Silaturahmi di wilayah Pakuhaji Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/moch-maesyal-rasyid-hadiri-acara-silaturahmi-di-wilayah-pakuhaji-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Cituis Pakuhaji Jadi Pusat Kuliner, Ini Penjelasan Kadiskan Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/kampung-cituis-pakuhaji-jadi-pusat-kuliner-ini-penjelasan-kadiskan-kabupaten-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/kampung-cituis-pakuhaji-jadi-pusat-kuliner-ini-penjelasan-kadiskan-kabupaten-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 18:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diskan Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Cituis]]></category>
		<category><![CDATA[Pakuhaji]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=5595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang akan menjadikan Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, sebagai pusat kuliner seafood dan mendorong penambahan sarana yang bisa dimanfaatkan wisatawan kepulauan seribu. Hal itu dilakukan dalam upaya meningkatkan perkonomian dan memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir di tahun 2024. Terlebih lagi tempat pelelangan ikan Cituis, Kecamatan Pakuhaji, memiliki potensi menjanjikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/kampung-cituis-pakuhaji-jadi-pusat-kuliner-ini-penjelasan-kadiskan-kabupaten-tangerang/">Kampung Cituis Pakuhaji Jadi Pusat Kuliner, Ini Penjelasan Kadiskan Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; <span style="color: #0000ff"><strong>Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang</strong></span> akan menjadikan <span style="color: #0000ff"><strong>Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji</strong></span>, sebagai pusat kuliner seafood dan mendorong penambahan sarana yang bisa dimanfaatkan <span style="color: #0000ff"><strong>wisatawan kepulauan seribu</strong></span>.</p>
<p>Hal itu dilakukan dalam upaya meningkatkan perkonomian dan memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir di tahun 2024.</p>
<p>Terlebih lagi tempat pelelangan ikan Cituis, Kecamatan Pakuhaji, memiliki potensi menjanjikan untuk dijadikan pusat perekonomian wilayah pesisir dan pengembangan pariwisata.</p>
<p>Kepala <span style="color: #0000ff"><strong>Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang</strong></span>, Jainudin mengatakan, ke depan pihaknya akan meningkatkan sarana-prasarana di Cituis, sehingga wisatawan yang hendak berpergian ke Pulau Seribu merasa nyaman saat berkunjung.</p>
<p>&#8220;Terdapat potensi di Cituis, karena akses terhadap kawasan Kepulauan Seribu, sehingga harus dikembangkan kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu, kita tambahkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan juga oleh masyarakat Kepulauan Seribu,” ungkapnya, Selasa (16/1/2024).</p>
<p>Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, kampung Cituis Pakuhaji, juga harus dijadikan sebagai pusat kuliner seafood. Hal itu, untuk menarik para wisatawan baik, di Kabupaten Tangerang atau luar Kabupaten Tangerang.</p>
<p>&#8220;Di Cituis sudah mulai banyak wisatanya. Kalau fasilitasnya lebih diperbaharui, maka akan lebih banyak yang mampir, dan tentunya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat juga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan, Selain Cituis wilayah Kemiri pun memiliki potensi dalam meningkatkan perekonomian rakyat pesisir, karena wilayah kemiri memiliki kawasan tambak, mangrove, dan PLTU.</p>
<p>&#8220;Jika dipadukan maka ini akan menjadi destinasi ekowisata antara tambak, mangrove dan PLTU. Jadi mangrove dan budidaya akan berkolaborasi untuk menjadikan nilai daya tarik dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.</p>
<p>Menurut Jainudin, sektor perikanan juga merupakan bagian penting dalam meningkatkan ekonomi dan bisa mengentaskan kasus stunting, melalui program gerbang mapan yang telah dicanangkan. Pihaknya berharap pengentasan kemiskinan dan stunting bisa terealisasi melalui Dinas Perikanan.</p>
<p>&#8220;Insya Allah ini akan menjadi wujud nyata kita dalam melakukan penataan wilayah pesisir dan dalam peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,&#8221; harapnya.</p>
<p>(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/kampung-cituis-pakuhaji-jadi-pusat-kuliner-ini-penjelasan-kadiskan-kabupaten-tangerang/">Kampung Cituis Pakuhaji Jadi Pusat Kuliner, Ini Penjelasan Kadiskan Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/kampung-cituis-pakuhaji-jadi-pusat-kuliner-ini-penjelasan-kadiskan-kabupaten-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
