<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/kesehatan/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 09:45:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>Kesehatan Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</title>
		<link>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/</link>
					<comments>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 09:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesehatan, matapantura.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026. Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat. Agar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/">Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesehatan, <a href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a> &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026.</p>
<p>Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat.</p>
<p>Agar di ketahui, campak bukan sekadar ruam biasa. Ini adalah infeksi virus yang tingkat penularannya sangat tinggi, terutama pada anak-anak. Jika diabaikan, penyakit ini berisiko memicu komplikasi yang membahayakan nyawa.</p>
<p>Itulah sebabnya, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tandanya sejak dini serta tahu langkah apa yang harus diambil saat merawat anak di rumah.</p>
<p><strong>1. Waspadai Gejala Awal: Lebih dari Sekadar Flu</strong></p>
<p>Menurut <a href="https://www.sariasih.id/">dr. Putri Mutiara Sari dari RS Sari Asih Cipondoh</a>, gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal. Namun, kombinasi gejala berikut patut diwaspadai:</p>
<p>• Demam Drastis: Suhu tubuh anak bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40°C.</p>
<p>• Gejala Pernapasan &amp; Mata: Batuk kering, hidung tersumbat (pilek), serta mata yang memerah dan berair.</p>
<p>• Bintik Koplik (Tanda Khas): Perhatikan area dalam mulut (pipi bagian dalam). Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah, itu adalah tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.</p>
<p>• Ruam Merah yang Menyebar: Ruam biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu.</p>
<p>Catatan: Gejala ini biasanya baru muncul 7 hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.</p>
<p><strong>2. Pertolongan Pertama dan Perawatan di Rumah</strong></p>
<p>Jika si kecil terdiagnosis campak, fokus utama adalah menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan dengan langkah-langkah berikut:</p>
<p>• Istirahat Total &amp; Isolasi: Pastikan anak istirahat dengan cukup dan batasi kontak dengan anggota keluarga lain (terutama bayi yang belum imunisasi) untuk memutus rantai penularan.</p>
<p>• Cegah Dehidrasi: Demam tinggi dan sariawan sering membuat anak malas minum. Berikan air putih, sup hangat, atau jus buah secara rutin.</p>
<p>• Obat Penurun Panas: Gunakan parasetamol sesuai dosis anjuran dokter. Penting: Hindari penggunaan aspirin pada anak karena risiko komplikasi fatal.</p>
<p>• Jaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier atau pelembap udara untuk membantu meredakan batuk dan sesak di hidung.</p>
<p><strong>3. Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?</strong></p>
<p>Jangan menunda untuk membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:<br />
1. Demam tinggi yang tidak kunjung reda lebih dari 3 hari.<br />
2. Tanda dehidrasi (bibir sangat kering, jarang buang air kecil).<br />
3. Gangguan pernapasan seperti sesak napas atau nyeri dada.<br />
4. Anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau mengalami kejang.</p>
<p>Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, pneumonia (paru-paru basah), hingga ensefalitis (radang otak). Anda bisa segera melakukan konsultasi dengan spesialis di poli anak rumah sakit terdekat untuk diagnosis yang akurat.</p>
<p><strong>Pencegahan Utama</strong></p>
<p>Cara terbaik melindungi anak dari ancaman campak adalah melalui vaksinasi. Pastikan buah hati Anda mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk vaksin MMR, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh IDAI.</p>
<p><strong>(Mad/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/">Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/campak-merebak-ini-panduan-orang-tua-mengenali-dan-menanganinya-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter Onkologi RS Sari Asih Ciputat: Ini Gejala Kanker Payudara dan Pencegahannya</title>
		<link>https://matapantura.id/dokter-onkologi-rs-sari-asih-ciputat-ini-gejala-kanker-payudara-dan-pencegahannya/</link>
					<comments>https://matapantura.id/dokter-onkologi-rs-sari-asih-ciputat-ini-gejala-kanker-payudara-dan-pencegahannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 02:02:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dokter onkologi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9435</guid>

					<description><![CDATA[<p>KESEHATAN, matapantura.id &#8211; Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, deteksi dini, dan langkah pencegahan, peluang kesembuhan bisa sangat tinggi. Dokter spesialis bedah onkologi, RS Sari Asih Ciputat, dr. David Samuel Kereh, SpB. Subsp. Onk(K), menyebutkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dokter-onkologi-rs-sari-asih-ciputat-ini-gejala-kanker-payudara-dan-pencegahannya/">Dokter Onkologi RS Sari Asih Ciputat: Ini Gejala Kanker Payudara dan Pencegahannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KESEHATAN, <a href="http://matapantura.id">matapantura.id</a> &#8211;</strong> Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Namun, dengan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, deteksi dini, dan langkah pencegahan, peluang kesembuhan bisa sangat tinggi.</p>
<p dir="ltr">Dokter spesialis bedah onkologi, RS Sari Asih Ciputat, dr. David Samuel Kereh, SpB. Subsp. Onk(K), menyebutkan jika kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel di payudara tumbuh tidak terkendali, membentuk benjolan atau massa. Dan sel-sel tersebut bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah atau getah bening.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tapi penting untuk diingat bahwa tidak semua benjolan di payudara itu kanker,&#8221; jelas dr. David. &#8220;Namun, setiap benjolan atau perubahan yang tidak biasa harus segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis yang tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penyebab Umum dan Faktor Risiko Kanker Payudara</strong></p>
<p dir="ltr">Meskipun penyebab pasti kanker payudara seringkali tidak diketahui, menurut dr. David Samuel Kereh, SpB. Subsp. Onk(K), ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengembangkannya:</p>
<p dir="ltr">1. Jenis Kelamin dan Usia: Wanita jauh lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan pria, dan risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause.</p>
<p dir="ltr">2. Riwayat Keluarga dan Genetik: Memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga dekat (ibu, saudara perempuan, anak) meningkatkan risiko. Mutasi gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2 juga sangat meningkatkan risiko.</p>
<p dir="ltr">3. Hormonal: Paparan estrogen dalam jangka panjang (menstruasi dini, menopause lambat, terapi hormon pasca-menopause) dapat meningkatkan risiko.</p>
<p dir="ltr">4. Gaya Hidup:</p>
<ul>
<li dir="ltr">Obesitas/Kelebihan Berat Badan: Terutama setelah menopause.</li>
<li dir="ltr">Konsumsi Alkohol: Meningkatkan risiko secara signifikan.</li>
<li dir="ltr">Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup tidak aktif.</li>
<li dir="ltr">Pola Makan Tidak Sehat: Diet tinggi lemak jenuh dan rendah serat.</li>
</ul>
<p dir="ltr">5. Riwayat Kesehatan Pribadi: Pernah memiliki riwayat kanker payudara di satu payudara atau kondisi payudara non-kanker tertentu (seperti hiperplasia atipikal).</p>
<p dir="ltr">6. Paparan Radiasi: Terapi radiasi pada area dada di usia muda.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Faktor-faktor risiko ini tidak berarti Anda pasti akan terkena kanker payudara, namun memahami ini membantu kita lebih waspada,&#8221; kata dr. David.</p>
<p dir="ltr"><strong>Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p dir="ltr">Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker payudara. Kenali gejala-gejala berikut:</p>
<p dir="ltr">• Benjolan atau Massa di Payudara atau Ketiak: Ini adalah gejala yang paling umum. Benjolan mungkin terasa keras dan tidak nyeri, tapi bisa juga nyeri.<br />
• Perubahan Ukuran atau Bentuk Payudara: Salah satu payudara tiba-tiba membesar atau bentuknya berubah.<br />
• Perubahan Kulit Payudara: Kulit payudara berlesung seperti kulit jeruk (peau d&#8217;orange), kemerahan, bersisik, atau terjadi penebalan kulit.<br />
• Perubahan Puting Susu: Puting tertarik ke dalam (retraksi), nyeri, gatal, atau mengeluarkan cairan abnormal (bukan ASI), terutama jika berdarah.<br />
• Nyeri Payudara Persisten: Nyeri yang tidak kunjung hilang, meskipun ini jarang menjadi satu-satunya gejala kanker.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Payudara</strong></p>
<p dir="ltr">Meskipun tidak semua kanker payudara bisa dicegah, ada langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko dan mendeteksinya sedini mungkin:</p>
<p dir="ltr">1. Pola Hidup Sehat:</p>
<ul>
<li dir="ltr">Jaga Berat Badan Ideal: Hindari obesitas.</li>
<li dir="ltr">Aktif Bergerak: Lakukan olahraga teratur minimal 30 menit setiap hari.</li>
<li dir="ltr">Diet Seimbang: Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kurangi lemak jenuh serta makanan olahan.</li>
<li dir="ltr">Batasi Alkohol: Jika mengonsumsi, lakukan dalam jumlah sangat terbatas.</li>
<li dir="ltr">Berhenti Merokok: Jauhi rokok dan paparan asap rokok.</li>
</ul>
<p dir="ltr">2. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI):</p>
<ul>
<li dir="ltr">Lakukan SADARI setiap bulan setelah masa haid selesai. Kenali payudara Anda sendiri agar bisa merasakan perubahan sekecil apapun.</li>
</ul>
<p dir="ltr">3. Pemeriksaan Klinis Payudara (SADANIS):</p>
<ul>
<li dir="ltr">Periksakan diri ke dokter setiap 1-3 tahun sekali untuk pemeriksaan payudara klinis, terutama bagi wanita di atas 20 tahun.</li>
</ul>
<p dir="ltr">4. Mamografi dan USG Payudara:</p>
<ul>
<li dir="ltr">&#8220;Bagi wanita di atas 40 tahun, skrining rutin dengan mamografi sangat direkomendasikan,&#8221; tegas dr. David Samuel Kereh. &#8220;Untuk usia di bawah 40 tahun atau dengan payudara padat, USG payudara seringkali menjadi pilihan yang baik.&#8221;</li>
<li dir="ltr">Diskusikan dengan dokter Anda jadwal skrining yang tepat sesuai dengan faktor risiko pribadi Anda.</li>
</ul>
<p dir="ltr">5. Konsultasi Genetik:</p>
<ul>
<li dir="ltr">Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara atau ovarium, pertimbangkan untuk melakukan konseling genetik untuk mengetahui risiko dan pilihan pencegahan yang lebih agresif.</li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Jangan Tunda, Periksakan Diri Anda!</strong></p>
<p dir="ltr">Kanker payudara bukan akhir dari segalanya. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, tingkat kesembuhan bisa sangat tinggi. Jangan takut atau menunda pemeriksaan jika Anda menemukan adanya perubahan pada payudara Anda.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Deteksi dini adalah senjata terbaik kita melawan kanker payudara,&#8221; pungkas dr. David Samuel Kereh, SpB. Subsp. Onk(K),<br />
Dokter Spesialis Bedah Onkologi di RS Sari Asih Ciputat. &#8220;Segera konsultasikan dengan dokter jika memiliki kekhawatiran atau ingin melakukan skrining rutin,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>(Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dokter-onkologi-rs-sari-asih-ciputat-ini-gejala-kanker-payudara-dan-pencegahannya/">Dokter Onkologi RS Sari Asih Ciputat: Ini Gejala Kanker Payudara dan Pencegahannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/dokter-onkologi-rs-sari-asih-ciputat-ini-gejala-kanker-payudara-dan-pencegahannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</title>
		<link>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/</link>
					<comments>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 02:11:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9335</guid>

					<description><![CDATA[<p>KESEHATAN, matapantura.id &#8211; Kosmetik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang penampilan. Namun, apakah Anda yakin produk kosmetik yang Anda gunakan benar-benar aman?. Sebagian kosmetik, terutama yang tidak terdaftar secara resmi, mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang berisiko bagi kesehatan. Menurut dr. Putri Ramadhani, Sp.DVE, Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/">dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KESEHATAN, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a></span> &#8211;</strong> Kosmetik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang penampilan. Namun, apakah Anda yakin produk kosmetik yang Anda gunakan benar-benar aman?.</p>
<p dir="ltr">Sebagian kosmetik, terutama yang tidak terdaftar secara resmi, mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang berisiko bagi kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Menurut dr. Putri Ramadhani, Sp.DVE, Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan di RS Sari Asih Ciputat, penggunaan kosmetik dengan kandungan bahan berbahaya dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun panjang yang serius, termasuk risiko kanker dan gangguan kesehatan kronis. Berikut adalah ulasan lebih mendalam tentang bahaya bahan-bahan tersebut.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bahan Berbahaya dalam Kosmetik dan Dampaknya:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Merkuri</p>
<p dir="ltr">Merkuri sering digunakan sebagai bahan pemutih karena kemampuannya menghambat produksi melanin. Namun, bahayanya tak bisa diremehkan:</p>
<p dir="ltr">• Kulit: Menyebabkan iritasi, dermatitis, bahkan kerusakan kulit permanen.<br />
• Sistemik: Diserap melalui kulit, merkuri dapat merusak ginjal, sistem saraf, dan otak.<br />
• Paparan jangka panjang: Meningkatkan risiko kanker akibat akumulasi dalam tubuh.</p>
<p dir="ltr">2. Hidrokuinon</p>
<p dir="ltr"><strong>Sebagai agen pemutih kulit, hidrokuinon dapat memberikan hasil cepat. Namun, penggunaan tanpa pengawasan atau dalam dosis tinggi dapat:</strong></p>
<p dir="ltr">• Menyebabkan okronosis eksogen, yakni penggelapan kulit yang bersifat permanen.<br />
• Berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit karena sifat karsinogeniknya.</p>
<p dir="ltr">3. Steroid Kuat</p>
<p dir="ltr">Steroid dalam kosmetik ilegal dapat memberikan efek instan pada kulit, tetapi penggunaannya tanpa pengawasan medis dapat:</p>
<p dir="ltr">• Menyebabkan kulit menipis, jerawat steroid, hingga perubahan warna kulit.<br />
• Menekan fungsi adrenal yang berisiko bagi kesehatan tubuh.</p>
<p dir="ltr">4. Paraben<br />
Bahan pengawet ini banyak digunakan dalam produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Sayangnya, beberapa studi menunjukkan paraben dapat meniru hormon estrogen, meningkatkan risiko kanker payudara.</p>
<p dir="ltr">5. Timbal (Lead)</p>
<p dir="ltr">Timbal sering ditemukan dalam lipstik atau produk kosmetik lainnya meski dalam kadar rendah. Namun, paparan terus-menerus dapat menyebabkan:</p>
<p dir="ltr">• Kerusakan saraf dan keracunan sistemik.<br />
• Potensi risiko kanker akibat akumulasi timbal di dalam tubuh.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tips Aman Memilih Kosmetik</strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Agar tetap tampil cantik tanpa mengorbankan kesehatan, dr. Putri Ramadhani, SpDV, menyarankan untuk:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Cek label dan komposisi: Hindari produk dengan bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, atau paraben.</p>
<p dir="ltr">2. Pastikan legalitas produk: Gunakan kosmetik yang telah terdaftar di BPOM dengan memeriksa nomor registrasinya di situs resmi BPOM untuk memastikan asli tidaknya.</p>
<p dir="ltr">3. Hindari produk ilegal: Produk tanpa merek atau lisensi sering kali mengandung bahan yang tidak aman.</p>
<p dir="ltr">4. Pilih produk alami: Meski organik cenderung lebih aman, tetap perhatikan kemungkinan alergi.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kesehatan Lebih Penting dari Sekadar Penampilan</strong></p>
<p dir="ltr">“Jangan mudah tergoda oleh hasil instan yang ditawarkan kosmetik ilegal. Keamanan produk yang digunakan sangat penting untuk melindungi kesehatan kulit dan tubuh dalam jangka panjang,” tegas dr. Putri Ramadhani, SpDVE.</p>
<p dir="ltr">Dengan bijak memilih produk kosmetik, kita tak hanya merawat penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh untuk masa depan. Prioritaskan keselamatan, karena kesehatan adalah investasi terbaik.</p>
<p dir="ltr"><strong>(Mad/Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/">dr. Putri Ramadhani: waspadai bahan kosmetik berbahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/dr-putri-ramadhani-waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</title>
		<link>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/</link>
					<comments>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 12:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RS Sari Asih Group]]></category>
		<category><![CDATA[Virus HMPV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=9332</guid>

					<description><![CDATA[<p>KESEHATAN, matapantura.id &#8211; Virus Human Metapneumovirus (hMPV) kini menjadi perhatian setelah dilaporkan meningkat di beberapa negara, seperti China dan Malaysia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah mengonfirmasi keberadaan virus ini di Indonesia. Meski seringkali menyebabkan infeksi ringan, hMPV dapat menjadi serius, terutama bagi individu yang rentan. Hal senada dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/">Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KESEHATAN, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://Matapantura.id">matapantura.id</a></span> &#8211;</strong> Virus Human Metapneumovirus (hMPV) kini menjadi perhatian setelah dilaporkan meningkat di beberapa negara, seperti China dan Malaysia.</p>
<p dir="ltr">Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah mengonfirmasi keberadaan virus ini di Indonesia. Meski seringkali menyebabkan infeksi ringan, hMPV dapat menjadi serius, terutama bagi individu yang rentan.</p>
<p dir="ltr">Hal senada dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS IMC Bintaro (RS Sari Asih Group), dr Amelia Fitria Dewi, Sp.PD, menerangkan, jika Human Metapneumovirus (hMPV) adalah virus penyebab infeksi saluran pernapasan yang umum, tetapi dapat menjadi serius pada individu dengan risiko tinggi.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, Human Metapneumovirus (hMPV) adalah virus yang juga mirip parainfluenza, dan virus ini bisa menyebabkan penyakit campak. Diketahui, hMPV ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda, meskipun diyakini telah ada jauh sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">Virus ini menjadi penyebab umum infeksi saluran pernapasan, terutama pada bayi, anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bagaimana Virus hMPV Menyebar?</strong><br />
<strong>hMPV menyebar melalui:</strong></p>
<p dir="ltr">1. Droplet udara: Ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.<br />
2. Kontak langsung: Memegang permukaan atau benda yang terkontaminasi hMPV, lalu tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.<br />
3. Kontak dekat: Seperti berjabat tangan atau berciuman dengan seseorang yang terinfeksi.<br />
Infeksi ini lebih sering terjadi pada akhir musim dingin hingga musim semi, tetapi dapat menyebar sepanjang tahun.</p>
<p dir="ltr">Gejala hMPV mirip dengan infeksi saluran pernapasan lain seperti flu atau pilek. Tingkat keparahannya bisa bervariasi, dari hanya ringan sampai berat.</p>
<p dir="ltr">1. Pilek atau hidung tersumbat.<br />
2. Batuk.<br />
3. Demam ringan hingga sedang.<br />
4. Sakit tenggorokan.<br />
5. Sesak napas atau napas berbunyi (wheezing).<br />
6. Kelelahan atau lemah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pada beberapa kasus, terutama pada kelompok rentan, hMPV dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius seperti:</strong></p>
<p dir="ltr">• Bronkiolitis: Peradangan pada saluran udara kecil di paru-paru.<br />
• Pneumonia: Infeksi paru-paru.<br />
• Eksaserbasi penyakit paru kronis: Misalnya pada pasien dengan asma atau PPOK.<br />
Siapa yang Berisiko?</p>
<p dir="ltr">1. Bayi dan anak kecil: hMPV adalah penyebab umum infeksi saluran pernapasan pada kelompok ini.<br />
2. Lansia: Sistem kekebalan tubuh yang melemah membuat mereka lebih rentan.<br />
3. Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah: Seperti pasien HIV, kanker, atau penerima transplantasi organ.<br />
4. Penderita penyakit paru kronis: Misalnya asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).</p>
<p dir="ltr">Untuk saat ini, tidak ada pengobatan khusus atau antivirus yang disetujui untuk hMPV. Penanganan berfokus pada meringankan gejala dan mendukung sistem tubuh dalam melawan infeksi.</p>
<p dir="ltr">“Saat tubuh demam atau nyeri bisa diringankan dengan obat antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen. Dan jika terjadi hidrasi, minum cukup cairan untuk mencegah dehidrasi. Sedangkan jika batuk, bisa menggunakan humidifier atau konsumsi cairan hangat untuk meredakan iritasi tenggorokan,” ujar dr Amelia Fitria Dewi, Sp.PD.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pencegahan hMPV</strong></p>
<p dir="ltr">1. Cuci tangan: Dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik.<br />
2. Hindari kontak dekat: Dengan orang yang sakit.<br />
3. Gunakan masker: Saat di tempat umum atau jika sedang sakit.<br />
4. Disinfeksi permukaan: Bersihkan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu dan mainan anak-anak.<br />
5. Etika batuk: Tutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin.</p>
<p dir="ltr">Dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan individu yang sakit, dan segera mencari perawatan medis saat gejala berat muncul, risiko komplikasipun dapat diminimalkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>(Rdk)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/">Virus HMPV Bisa Menjadi Serius Bagi Individu Berisiko Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/virus-hmpv-bisa-menjadi-serius-bagi-individu-berisiko-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intan: Tenaga Kesehatan Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/intan-tenaga-kesehatan-memiliki-peran-penting-dalam-pembangunan-kabupaten-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/intan-tenaga-kesehatan-memiliki-peran-penting-dalam-pembangunan-kabupaten-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 08:33:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Intan Nurul Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[STIKES]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=8558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Pemerintah terus berupaya untuk memberikan kesejahteraan melalui berbagai sektor mulai dari infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah pun sangat membutuhkan peran dari para bidan atau tenaga kesehatan. Pasalnya, hingga saat ini masih ada anak-anak di Kabupaten Tangerang yang mengalami stunting dan gizi buruk. &#8220;Ada 5000 anak atau 2,9 persen anak di Kabupaten Tangerang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/intan-tenaga-kesehatan-memiliki-peran-penting-dalam-pembangunan-kabupaten-tangerang/">Intan: Tenaga Kesehatan Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #0000ff">Matapantura.id</span></strong> &#8211; Pemerintah terus berupaya untuk memberikan kesejahteraan melalui berbagai sektor mulai dari infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.</p>
<p>Pemerintah pun sangat membutuhkan peran dari para bidan atau tenaga kesehatan. Pasalnya, hingga saat ini masih ada anak-anak di Kabupaten Tangerang yang mengalami stunting dan gizi buruk.</p>
<p>&#8220;Ada 5000 anak atau 2,9 persen anak di Kabupaten Tangerang masih mengalami stunting dan gizi buruk yang harus ditangani oleh pemerintah daerah,&#8221; ungkap Intan dalam acara diskusi publik yang digelar oleh STIKES, Rabu (25/9/2024).</p>
<p>Menurutnya peran mahasiswa STIKES sangat penting dalam pembangunan di Kabupaten Tangerang terutama dibidang kesehatan.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Intan Nurul Hikmah dalam acara diskusi publik yang digelar oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Faathir Husada, Balaraja, Kabupaten Tangerang dengan tema &#8216;Peran dan Fungsi Mahasiswa Kesehatan Dalam Menunjang Pembangunan Daerah&#8217;.</p>
<p>&#8220;Peran mahasiswa STIKES sangat penting dalam pembangunan Kabupaten Tangerang terutama dalam bidang kesehatan,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Intan mengatakan wilayah Kabupaten Tangerang sangat luas dengan jumlah penduduk 3,4 juta jiwa masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan atau yang bekerja dibidang kesehatan untuk membantu pemerintah.</p>
<p>Ia pun berharap agar mahasiswa STIKES dalam praktik lapangan dapat membantu di tiap kecamatan atau Puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Adanya STIKES dapat dimaksimal oleh pemerintah daerah untuk membantu mensosialisasikan gizi seimbang tetapi juga pola hidup sehat. Mencegah stunting dapat dilakukan sejak masa kehamilan termasuk asupan gizinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Intan menegaskan pemerintah daerah bisa menggandeng STIKES yang ada di Kabupaten Tangerang untuk turun bersama-sama dengan pemda memberikan penyuluhan kesehatan.</p>
<p>Tidak hanya itu, Intan pun berpesan kepada para mahasiswa STIKES Faathir Husada</p>
<p>&#8220;Jadilah mahasiswa yang berdaya bukan menjadi mahasiswa yang diperdaya,&#8221; tukasnya.</p>
<p>(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/intan-tenaga-kesehatan-memiliki-peran-penting-dalam-pembangunan-kabupaten-tangerang/">Intan: Tenaga Kesehatan Memiliki Peran Penting dalam Pembangunan Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/intan-tenaga-kesehatan-memiliki-peran-penting-dalam-pembangunan-kabupaten-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Bupati Tangerang Pimpin Apel Perayaan HUT RSUD Balaraja</title>
		<link>https://matapantura.id/pj-bupati-tangerang-pimpin-apel-perayaan-hut-rsud-balaraja/</link>
					<comments>https://matapantura.id/pj-bupati-tangerang-pimpin-apel-perayaan-hut-rsud-balaraja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 01:49:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RSUD Balaraja]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pj Bupati Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=8509</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Penjabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony memimpin apel pagi dalam rangka HUT ke-13 RSUD Balaraja. Apel tersebut digelar di halaman Kantor RSUD Balaraja, Jumat (20/9/24). Dalam amanatnya, Pj Bupati Tangerang Andi Ony mengatakan momen HUT ke-13 RSUD Balaraja tahun 2024 menjadi motivasi seluruh karyawan untuk terus berinovasi meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/pj-bupati-tangerang-pimpin-apel-perayaan-hut-rsud-balaraja/">Pj Bupati Tangerang Pimpin Apel Perayaan HUT RSUD Balaraja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #0000ff">Matapantura.id</span></strong> &#8211; Penjabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony memimpin apel pagi dalam rangka HUT ke-13 RSUD Balaraja. Apel tersebut digelar di halaman Kantor RSUD Balaraja, Jumat (20/9/24).</p>
<p>Dalam amanatnya, Pj Bupati Tangerang Andi Ony mengatakan momen HUT ke-13 RSUD Balaraja tahun 2024 menjadi motivasi seluruh karyawan untuk terus berinovasi meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan selamat ulang tahun untuk RSUD Balaraja yang ke-13. Manfaatkan momen ini untuk terus membudayakan visi, misi kemudian budaya organisasi sampai dengan moto untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan mampu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang,&#8221; ucap Pj Andi Ony.</p>
<p>Lanjut dia, RSUD Balaraja diberikan amanat untuk memberikan pelayanan publik di sektor kesehatan. Untuk itu, RSUD Balaraja tidak bisa berkecil hati dan alergi terhadap segala kritik, keluhan dan komplain masyarakat. Keluhan, saran, dan kritik harus menjadi bahan untuk berbuat lebih baik lagi ke depan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai menyerah. Lakukan yang terbaik untuk masyarakat. Wajar saja orang minta dilayani, kita sebagai pemberi pelayanan harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan masyarakat baru masuk, langsung tidak dibuat nyaman, langsung dibuat tegang dan dibuat takut,&#8221; tegasnya</p>
<p>Dia berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Balaraja untuk benar-benar meresapi, memahami, dan mengimplementasikan budaya, visi, misi dan moto RSUD Balaraja dengan baik.</p>
<p>&#8220;Saya harapkan kiranya itu menjadi budaya kerja dan kebiasaan dari seluruh jajaran yang ada di RSUD Balaraja untuk melakukan pelayanan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan menjadi ladang amal kita baik kita sebagai sesama manusia maupun kita sebagai makhluk ciptaan Allah,&#8221; tuturnya</p>
<p>Sementara itu, Dirut RSUD Balaraja, dr. Corah Usman mengatakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 RSUD Balaraja, pihaknya telah menggelar berbagai selama 1 bulan, mulai tanggal 24 Juli 2024 sampai dengan 20 September 2024.</p>
<p>&#8220;Kegiatan tersebut antara lain: khitanan massal, santunan anak yatim, perlombaan olahraga, perlombaan tradisional, donor darah, lomba memancing, cerdas cermat, lomba desain poster edukasi kesehatan, seminar ilmiah, lomba kebersihan dan kerapihan ruangan, dan pemilihan pegawai dengan kinerja terbaik hingga ke acara puncak yang diselenggarakan hari ini,&#8221; jelas dr. Corah.</p>
<p>Dia berharap semoga rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka HUT RSUD tahun ini bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan-kegiatan berikutnya, dan dijadikan ajang silaturahmi antar pegawai dan masyarakat sekitar RSUD Tigaraksa.</p>
<p>&#8220;Penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memperingati hari ulang tahun RSUD Balaraja dan menjadi momentum untuk perbaikan pelayanan RSUD Balaraja terhadap masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar RSUD Balaraja dengan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan RSUD Balaraja serta untuk menjaga keharmonisan pegawai,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>(rls)</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/pj-bupati-tangerang-pimpin-apel-perayaan-hut-rsud-balaraja/">Pj Bupati Tangerang Pimpin Apel Perayaan HUT RSUD Balaraja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/pj-bupati-tangerang-pimpin-apel-perayaan-hut-rsud-balaraja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HUT Ke-60, RSUD Tangerang Gelar Khitanan bagi Penderita Hemofilia</title>
		<link>https://matapantura.id/hut-ke-60-rsud-tangerang-gelar-khitanan-bagi-penderita-hemofilia/</link>
					<comments>https://matapantura.id/hut-ke-60-rsud-tangerang-gelar-khitanan-bagi-penderita-hemofilia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 18:53:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-60]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kabupaten Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=7209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tangerang, Matapantura.id &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan para pengunjung. Dalam perjalanannya yang memasuki usia ke-60 tahun, RSUD Kabupaten Tangerang menggelar serangkaian acara, di antaranya khitanan bagi penderita Hemofilia. Selain itu, ada seminar Peduli Dialisis bagi Pasien Ginjal Kronik, Santunan Anak Yatim, Seminar Thalasemia, dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/hut-ke-60-rsud-tangerang-gelar-khitanan-bagi-penderita-hemofilia/">HUT Ke-60, RSUD Tangerang Gelar Khitanan bagi Penderita Hemofilia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, <span style="color: #ff0000;">Matapantura.id</span></strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan para pengunjung.</p>
<p>Dalam perjalanannya yang memasuki usia ke-60 tahun, RSUD Kabupaten Tangerang menggelar serangkaian acara, di antaranya khitanan bagi penderita Hemofilia.</p>
<p>Selain itu, ada seminar Peduli Dialisis bagi Pasien Ginjal Kronik, Santunan Anak Yatim, Seminar Thalasemia, dan pemberian souvenir bagi penyandang Thalasemia. Selanjutnya, RSUD Kabupaten Tangerang akan menggelar donor darah besok, Rabu (8/5/2024).</p>
<p>“Di tahun ke-60 ini, tema tersebut harus dimaknai dengan baik, bahwa kita harus bisa bekerjasama dan berkolaborasi lebih baik lagi sehingga dapat menciptakan pelayanan yang lebih baik dan Inovatif,” tutur Plt. Direktur RSUD Tangerang, dr. Endang Widyastiwi, M.M.Kes.</p>
<p>Pada HUT ke-60 ini, RSUD Kabupaten Tangerang mengangkat tema &#8216;Go Shining: Synergy in Innovation&#8217;. Serangkaian acara menyambut perayaan HUT tersebut masih terus berlangsung hingga acara puncak di halaman RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (7/4/2024).</p>
<p>dr. Wiwid menjelaskan, ada hal menarik yang jarang dilakukan ialah khitanan bagi penderita Hemofilia. Hemofilia merupakan kondisi medis ketika darah seseorang sulit mengalami pembekuan.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 16 peserta kita lakukan secara bertahap, dengan tindakan dan obat-obatan khusus langsung oleh dokter spesialis bedah RSUD Kabupaten Tangerang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang merupakan rumah sakit tipe B Pendidikan yang mengoperasikan 350 ruang inap.</p>
<p>&#8220;Berharap RSUD Kabupaten Tangerang dapat terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan serta bekerja sama dan berkolaborasi dengan lebih baik lagi serta dapat menjadi rumah sakit kebanggaan di Kabupaten Tangerang bahkan di Provinsi Banten,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_7211" aria-describedby="caption-attachment-7211" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-7211" src="https://matapantura.id/wp-content/uploads/2024/05/berita-46b490c1-3131-4728-89bb-02b48f806b81-400x225.jpeg" alt="HUT" width="400" height="225" srcset="https://matapantura.id/wp-content/uploads/2024/05/berita-46b490c1-3131-4728-89bb-02b48f806b81-400x225.jpeg 400w, https://matapantura.id/wp-content/uploads/2024/05/berita-46b490c1-3131-4728-89bb-02b48f806b81-250x140.jpeg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-7211" class="wp-caption-text">Pelayanan masyarakat.</figcaption></figure>
<p>Sebagai Informasi, RSUD Kabupaten Tangerang meraih Penghargaan Emas Plus (Heart Failure GOLD PLUS Achievement Award) dari American Heart Association (AHA) tahun 2024.</p>
<p>Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas dedikasi rumah sakit dalam menerapkan pedoman perawatan berbasis bukti terbaru dan komitmen untuk meningkatkan perawatan pasien dengan gagal jantung.</p>
<p>Dalam perayaan HUT ke-60 ini turut hadir Pj Bupati Tangerang Bapak Andi Ony, Sekretaris Kabupaten Moch. Maesyal Rasyid Tangerang serta segenap Perangkat Daerah dan Unsur Forkopimda.</p>
<p><strong>(Bandi)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/hut-ke-60-rsud-tangerang-gelar-khitanan-bagi-penderita-hemofilia/">HUT Ke-60, RSUD Tangerang Gelar Khitanan bagi Penderita Hemofilia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/hut-ke-60-rsud-tangerang-gelar-khitanan-bagi-penderita-hemofilia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upaya BKPK dan BPJS Kesehatan dalam Sektor Pembiayaan Kesehatan</title>
		<link>https://matapantura.id/upaya-bkpk-dan-bpjs-kesehatan-dalam-sektor-pembiayaan-kesehatan/</link>
					<comments>https://matapantura.id/upaya-bkpk-dan-bpjs-kesehatan-dalam-sektor-pembiayaan-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2024 07:12:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=5927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) adalah bagian dari Kementrian Kesehatan, sebagai hasil transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes). BKPK bertugas melaksanakan perumusan dan pemberian rekomendasi kebijakan pembangunan kesehatan. Syarifah Liza Munira selaku Kepala BKPK yang dikutip dalam akun instagram @kemenkes_ri, pada 4 Februari 2024, menjelaskan bahwa saat ini Kemenkes bermitra [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/upaya-bkpk-dan-bpjs-kesehatan-dalam-sektor-pembiayaan-kesehatan/">Upaya BKPK dan BPJS Kesehatan dalam Sektor Pembiayaan Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; <span style="color: #0000ff"><strong>BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan)</strong></span> adalah bagian dari Kementrian Kesehatan, sebagai hasil transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes).</p>
<p><span style="color: #0000ff"><strong>BKPK</strong></span> bertugas melaksanakan perumusan dan pemberian rekomendasi kebijakan pembangunan kesehatan.</p>
<p>Syarifah Liza Munira selaku Kepala <span style="color: #0000ff"><strong>BKPK</strong></span> yang dikutip dalam akun instagram<em><strong> @kemenkes_ri</strong></em>, pada 4 Februari 2024, menjelaskan bahwa saat ini Kemenkes bermitra dengan BPJS kesehatan untuk menghadirkan layanan kesehatan. Mulai dari skrining sebagai tindakan preventif sampai pengobatan terpadu.</p>
<p>Hal itu dikarenakan banyaknya masyarakat di Indonesia yang menderita penyakit kronis seperti penderita kanker yang membutuhkan kemoterapi, radiasi, pembedahan dengan biaya yang sangat besar tapi tidak semua orang memiliki dana darurat.</p>
<p>&#8220;Selain itu, kami di BKPK juga memfasilitasi kerjasama internasional yang bertujuan untuk mengendalikan dan menghilangkan berbagai penyakit seperti kanker serviks, TBC dan sebagainya.&#8221; Imbuh Syarifah</p>
<p>Kepala BKPK itu pun berharap, dengan adanya pembiayaan kesehatan yang juga mengcover skrining sebelum terjadinya penyakit, diharapkan masyarakat Indonesia tetap sehat, tidak sampai sakit. Untuk itu Syarifah menghimbau masyarakat untuk selalu mendukung transformasi kesehatan.</p>
<p><strong>(Evi Joonlim)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/upaya-bkpk-dan-bpjs-kesehatan-dalam-sektor-pembiayaan-kesehatan/">Upaya BKPK dan BPJS Kesehatan dalam Sektor Pembiayaan Kesehatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/upaya-bkpk-dan-bpjs-kesehatan-dalam-sektor-pembiayaan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puskesmas Sukawali Ajak 40 Kader Kesehatan Desa Mengikuti Senam Germas</title>
		<link>https://matapantura.id/puskesmas-sukawali-ajak-40-kader-kesehatan-desa-mengikuti-senam-germas/</link>
					<comments>https://matapantura.id/puskesmas-sukawali-ajak-40-kader-kesehatan-desa-mengikuti-senam-germas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 07:41:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sukawali]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Sukawali]]></category>
		<category><![CDATA[Senam Germas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=3189</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukawali mengajak 40 kader kesehatan desa untuk mengikuti kegiatan senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sekaligus pemeriksaan kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di samping kantor Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang lalu. Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukawali, dr Abdul Yayi, mengatakan Senam Germas merupakan kegiatan yang sedang digencarkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/puskesmas-sukawali-ajak-40-kader-kesehatan-desa-mengikuti-senam-germas/">Puskesmas Sukawali Ajak 40 Kader Kesehatan Desa Mengikuti Senam Germas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukawali mengajak 40 kader kesehatan desa untuk mengikuti kegiatan senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sekaligus pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan di samping kantor Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang lalu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukawali, dr Abdul Yayi, mengatakan Senam Germas merupakan kegiatan yang sedang digencarkan untuk meminimalisir angka kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular.</p>
<p>&#8220;Dengan senam ini akan membuat tubuh beraktivitas. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor berisiko penyakit tidak menular (PTM),&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lanjutnya, ia juga menuturkan bahwa masyarakat senantiasa bersinergi, guna meningkatkan kesehatan tubuh.</p>
<p>&#8220;Para kader kesehatan diharapkan dapat menjaga kebugaran tubuh yang baik dengan Senam Germas. Senam ini sekaligus menjadi aktivitas positif untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM),&#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>(Bandi Badut)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/puskesmas-sukawali-ajak-40-kader-kesehatan-desa-mengikuti-senam-germas/">Puskesmas Sukawali Ajak 40 Kader Kesehatan Desa Mengikuti Senam Germas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/puskesmas-sukawali-ajak-40-kader-kesehatan-desa-mengikuti-senam-germas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
