<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DLHK Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/dlhk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/dlhk/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Aug 2023 00:45:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>DLHK Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/dlhk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KLHK Gelar Lomba Program Kampung Iklim Tingkat Nasional</title>
		<link>https://matapantura.id/klhk-gelar-lomba-program-kampung-iklim-tingkat-nasional/</link>
					<comments>https://matapantura.id/klhk-gelar-lomba-program-kampung-iklim-tingkat-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Aug 2023 00:45:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[DLHK]]></category>
		<category><![CDATA[KLHK]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Proklim]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=3098</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Kecamatan Tigaraksa mewakili Provinsi Banten mengikuti lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Lomba Proklim tersebut diikuti RW 5 Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Lomba tersebut sudah memasuki tahap verifikasi pada Jumat, (4/8/2023). Dalam proses verifikasi lokasi tersebut, Tim dari KLHK melakukan penilaian terhadap [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/klhk-gelar-lomba-program-kampung-iklim-tingkat-nasional/">KLHK Gelar Lomba Program Kampung Iklim Tingkat Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Kecamatan Tigaraksa mewakili Provinsi Banten mengikuti lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>
<p>Lomba Proklim tersebut diikuti RW 5 Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.</p>
<p>Lomba tersebut sudah memasuki tahap verifikasi pada Jumat, (4/8/2023). Dalam proses verifikasi lokasi tersebut, Tim dari KLHK melakukan penilaian terhadap adaptasi dan mitigasi masyarakat berupa perubahan gaya hidup dalam mengurangi gas emisi rumah kaca untuk menurunkan suhu bumi 2 derajat.</p>
<p>Selain itu, penilaian lainnya adalah program kegiatan masyarakat setempat yang meliputi pengadaan bank sampah serta membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT).</p>
<p>Perlu diketahui, bahwa Proklim merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk ketahanan iklim dan menurunkan emisi atau meningkatkan serapan gas rumah kaca (GRK).</p>
<p>Selain itu, memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.</p>
<p>Ketua Forum Bank Sampah Kabupaten Tangerang Susiyanti mengungkapkan, bank sampah Asyifa Berkah yang berada di RW 05 Desa Pete terpilih menjadi titik penilaian Proklim karena sudah mendapatkan pembinaan sejak 2012 dan pada tahun 2018 mendapatkan predikat proklim utama.</p>
<p>“Untuk bank sampah yang ada di RW 05 Desa Pete ini berdiri sejak 2015 dan sebelumnya diberikan pembinaan dari tahun 2012, sampai saat ini sudah ada 14 bank sampah yang telah beroperasi dan berhasil terpilih menjadi titik penilaian untuk mendapatkan predikat Proklim Lestari,” ungkapnya.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan melainkan peran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan hidup.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat maka pemerintah memberikan kesempatan untuk masyarakat dalam membangun lingkungan sekitar, agar terasa nyaman terutama kebersihan lingkungan, maka selanjutnya pemerintah yang akan memfasilitasi berupa pembinaan dan sosialisasi,” ujarnya.</p>
<p>Achmad Taufik berharap kegiatan yang dilakukan masyarakat RW 05 Desa Pete bisa tersebar ke berbagai desa di Kabupaten Tangerang agar masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan.</p>
<p>“Saya berharap masyarakat bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan asri sehingga mereka semua bisa nyaman untuk tinggal disini dan dampak positifnya mereka akan terus sehat jika selalu menjaga kebersihan,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai informasi, perlombaan tersebut telah memasuki tahap kedua yang dimana terdapat 5 Provinsi yang terpilih salah satunya yaitu Provinsi Banten yang diwakili oleh Rw 05 Desa Pete.</p>
<p>Maka, untuk tahapan Proklim yaitu Tahapan  Pratama,  Madya,  Utama dan  Lestari.</p>
<p><strong>(Dani)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/klhk-gelar-lomba-program-kampung-iklim-tingkat-nasional/">KLHK Gelar Lomba Program Kampung Iklim Tingkat Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/klhk-gelar-lomba-program-kampung-iklim-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Tangerang Perhatikan Kesehatan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin</title>
		<link>https://matapantura.id/pemkab-tangerang-perhatikan-kesehatan-warga-terdampak-tpa-jatiwaringin/</link>
					<comments>https://matapantura.id/pemkab-tangerang-perhatikan-kesehatan-warga-terdampak-tpa-jatiwaringin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 05:09:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Asap TPA Jatiwaringin]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[DLHK]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Jatiwaringin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=2033</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id, Tangerang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. TPA Jatiwaringin sudah ada sejak tahun 1994 dengan luas 21 hektare. Tempat tersebut menjadi perhatian Pemkab Tangerang terutama terkait kesehatan masyarakat sekitar yang terdampak. Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/pemkab-tangerang-perhatikan-kesehatan-warga-terdampak-tpa-jatiwaringin/">Pemkab Tangerang Perhatikan Kesehatan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://matapantura.id" target="_blank" rel="noopener">Matapantura.id</a></strong>, <a href="https://tangerangkab.go.id" target="_blank" rel="noopener">Tangerang</a> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk.</p>
<p>TPA Jatiwaringin sudah ada sejak tahun 1994 dengan luas 21 hektare. Tempat tersebut menjadi perhatian Pemkab Tangerang terutama terkait kesehatan masyarakat sekitar yang terdampak.</p>
<p>Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Budi Khumaedi menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Puskesmas Rajeg selalu melakukan pengecekan kesehatan masyarakat yang terkena dampak asap TPA Jatiwaringin setiap dua kali dalam satu pekan.</p>
<p>“Kami bersama Puskesmas Rajeg fokus untuk menangani permasalahan penyakit apa yang dirasakan atau yang timbul yang ada di tengah masyarakat sekitar perumahan permukiman dan kami telah menyediakan sarana air bersih bersama Bina Marga yang membantu dalam penyediaan akses tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Kebakaran tersebut disebabkan oleh keadaan cuaca yang cukup panas lalu timbunan sampah yang mengandung sampah organik terurai secara anaerob dan menyebabkan timbulnya gas metana (CH4) dan berpotensi terbakarnya sampah di TPA Jatiwaringin.</p>
<p>Budi Khumaedi mengatakan bahwa pembakaran tersebut telah ditangani dengan pemadaman di berbagai titik asap dibantu oleh BPBD bersama UPTD TPA Jatiwaringin.</p>
<p>“Kami telah melakukan upaya khususnya UPTD TPA Jatiwaringin dalam memadamkan setiap titik api yang berada di TPA Jatiwaringin, bekerja sama dengan BPBD atau Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Lumpur Tinja, Pemkab Tangerang juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara ilegal, apabila terdapat masyarakat yang melakukan hal tersebut DLHK akan menindak tegas dan memberikan surat peringatan beserta sanksi berupa penutupan lapak limbah.</p>
<p>Selain itu, masyarakat dapat melakukan partisipasi dengan melaporkan apabila ada pembakaran sampah atau residu limbah ilegal ke website lapor.tangerangkab.go.id.</p>
<p>Sementara itu, Ayah dari Siti Raudhatul Janah, Daryono yang beralamat di Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg mengatakan bahwa Anaknya telah pulang dari Rumah Sakit usai dirawat selama 5 hari.</p>
<p>“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan akan terus rawat jalan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah khususnya DLHK dan Kecamatan Rajeg atas perhatian dan bantuannya. Sementara kami mengungsi ke rumah kakeknya yang lebih jauh lokasinya dari TPA Jatiwaringin. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk warga sekitar yang terdampak asap dari TPA Jatiwaringin,” ungkap Daryono.</p>
<p><strong>(Red)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/pemkab-tangerang-perhatikan-kesehatan-warga-terdampak-tpa-jatiwaringin/">Pemkab Tangerang Perhatikan Kesehatan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/pemkab-tangerang-perhatikan-kesehatan-warga-terdampak-tpa-jatiwaringin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
