<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cuaca Panas Arsip - Mata Pantura</title>
	<atom:link href="https://matapantura.id/tag/cuaca-panas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://matapantura.id/tag/cuaca-panas/</link>
	<description>Jendela Informasi Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2023 19:44:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://matapantura.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-MP-36x36.png</url>
	<title>Cuaca Panas Arsip - Mata Pantura</title>
	<link>https://matapantura.id/tag/cuaca-panas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antisipasi El Nino, Sebanyak 1.000 Hektare di Sembilan Kecamatan Akan Mendapat Bantuan Benih Padi</title>
		<link>https://matapantura.id/antisipasi-el-nino-sebanyak-1-000-hektare-di-sembilan-kecamatan-akan-mendapat-bantuan-benih-padi/</link>
					<comments>https://matapantura.id/antisipasi-el-nino-sebanyak-1-000-hektare-di-sembilan-kecamatan-akan-mendapat-bantuan-benih-padi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 19:44:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Benih Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[DPKP Kabupaten Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=3143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mendeteksi sembilan kecamatan terdampak fenomena cuaca El Nino. Oleh karena itu, DPKP Kabupaten Tangerang segera melakukan pendistribusian bantuan benih padi varietas tahan kering untuk 1.000 hektare di area pertanian yang terdampak. Hal itu dikatakan kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/antisipasi-el-nino-sebanyak-1-000-hektare-di-sembilan-kecamatan-akan-mendapat-bantuan-benih-padi/">Antisipasi El Nino, Sebanyak 1.000 Hektare di Sembilan Kecamatan Akan Mendapat Bantuan Benih Padi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mendeteksi sembilan kecamatan terdampak fenomena cuaca El Nino.</p>
<p>Oleh karena itu, DPKP Kabupaten Tangerang segera melakukan pendistribusian bantuan benih padi varietas tahan kering untuk 1.000 hektare di area pertanian yang terdampak.</p>
<p>Hal itu dikatakan kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno memprediksi terdapat sembilan kecamatan yang akan terdampak fenomena tersebut yaitu Kecamatan Sindang Jaya, Jambe, Kronjo, Kresek, Jayanti, Gunung Kaler, Mauk dan Kemiri.</p>
<p>“Prediksi akan ada sembilan Kecamatan yang mengalami kekeringan. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk bantuan benih yang tahan terhadap kekeringan atau pola tanam hemat air untuk 1.000 hektare dan kita sudah siap untuk menditribusikan ke setiap daerah yang terdampak El Nino,” katanya.</p>
<p>Asep menuturkan pihaknya turut menurunkan sejumlah unit mesin pompa air untuk menanggulangi kekurangan air yang diperkirakan akan melanda di daerah pertanian pada sembilan kecamatan tersebut.</p>
<p>“Kami sudah menyiapkan 8 unit mesin pompa air untuk menanggulangi kekurangan air di area terdampak. Monitoring dan intervensi juga terus kami lakukan pada area yang mengalami kekeringan, salah satunya dengan melakukan pemantauan sumber air di area tersebut,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak Brin dan BMKG mengatakan hingga saat ini wilayah Banten masih dinilai aman. Diperkirakan puncak fenomena tersebut akan terjadi pada Agustus dan September mendatang.</p>
<p>“Kami akan menitikberatkan pada antisipasi kekeringan dampak fenomena El Nino dengan memonitoring lahan-lahan yang terjadi kekeringan dan melihat potensi sumber air yang ada disana. Kalau sumber air dari irigasi sekunder masih mencukupi dari sisi debit maka kita akan memberikan bantuan pompa,” pungkasnya.</p>
<p><strong>(Bandi Badut)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/antisipasi-el-nino-sebanyak-1-000-hektare-di-sembilan-kecamatan-akan-mendapat-bantuan-benih-padi/">Antisipasi El Nino, Sebanyak 1.000 Hektare di Sembilan Kecamatan Akan Mendapat Bantuan Benih Padi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/antisipasi-el-nino-sebanyak-1-000-hektare-di-sembilan-kecamatan-akan-mendapat-bantuan-benih-padi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduh El Nino Mulai Landa Indonesia, Ini Arahan Presiden dan Mendagri</title>
		<link>https://matapantura.id/waduh-el-nino-mulai-landa-indonesia-ini-arahan-presiden-dan-mendagri/</link>
					<comments>https://matapantura.id/waduh-el-nino-mulai-landa-indonesia-ini-arahan-presiden-dan-mendagri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mata Pantura]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 23:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=2935</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Untuk itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pun menyampaikan sejumlah arahan Presiden Joko Widodo terkait dampak ancaman El Nino kepada jajaran pemerintah daerah (Pemda). &#8220;Sesuai arahan Bapak Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) 2 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/waduh-el-nino-mulai-landa-indonesia-ini-arahan-presiden-dan-mendagri/">Waduh El Nino Mulai Landa Indonesia, Ini Arahan Presiden dan Mendagri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id">Matapantura.id</a></strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.</p>
<p>Untuk itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pun menyampaikan sejumlah arahan Presiden Joko Widodo terkait dampak ancaman El Nino kepada jajaran pemerintah daerah (Pemda).</p>
<p>&#8220;Sesuai arahan Bapak Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) 2 minggu lalu untuk daerah-daerah agar betul-betul melihat data ini dan kemudian mempersiapkan diri,&#8221; kata Mendagri pada acara Penghargaan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Kategori Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah Tahun Anggaran 2023 Periode Pertama di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (31/7/2023). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah.</p>
<p>Dalam arahan tersebut, Mendagri menerangkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Pemda, di antaranya mempersiapkan cadangan atau membuat tandon air terutama di wilayah yang memiliki waduk.</p>
<p>Selain itu, Presiden juga meminta pemerintah pusat agar menyiapkan cadangan air, baik untuk dikonsumsi masyarakat maupun untuk pertanian dan perkebunan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai nanti gagal panen, kemudian mempengaruhi ketahanan pangan kita,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Untuk menghindari bahaya kekeringan, lanjut Mendagri, Presiden juga memberikan arahan kepada pemerintah pusat dan daerah agar melakukan modifikasi cuaca untuk mengubah kondisi cuaca, termasuk mempercepat turunnya hujan.</p>
<p>&#8220;Daerah juga bisa melakukan langkah sendiri, yaitu kerja sama dengan TNI dan mohon bantuan kalau kita kira-kira sudah rawan betul, rawan kekeringan dan kerja sama dengan TNI untuk melakukan sekali lagi cloud seeding, penggaraman,&#8221; ujar Mendagri.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, saat ini yang mengkhawatirkan bagi masyarakat dunia bukan lagi pandemi Covid-19 atau peperangan, melainkan dampak perubahan iklim. Untuk itu, ia mengingatkan semua pihak terkait tentang dampak potensial dari fenomena El Nino.</p>
<p>&#8220;Kejadian El Nino itu mengalami pengulangan antara 5 sampai 7 tahun sekali, jadi tidak setiap tahun. Dan dampaknya yang pasti adalah kering dan berdampak pula pada ketersediaan sumber daya air, ketahanan pangan dan sosial ekonomi lainnya,&#8221; ungkap Dwikorita.</p>
<p>Ia menjelaskan, ancaman El Nino diprediksi puncaknya akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan air, sehingga berpotensi mengakibatkan kekeringan dan mengganggu ketahanan pangan.</p>
<p>Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar segera melakukan langkah mitigasi, seperti menghemat air, panen hujan saat terjadi hujan, serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<p>&#8220;Ini masyarakat harus mencegah karhutla,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara bagi Pemda dan stakeholders terkait diimbau pula untuk melakukan beberapa langkah mitigasi. Pertama, meningkatkan kesiapsiagaan karhutla. Kedua, penyesuaian pada pola tanam pertanian.</p>
<p>&#8220;Khusus untuk poin kedua ini kami meningkatkan Sekolah Lapang Iklim keseluruhan provinsi di Indonesia. Ini program nasional BMKG, sebetulnya sudah dilakukan sejak tahun 2011. Khusus untuk El Nino ini kami tambah anggaran dan kegiatannya Sekolah Lapang Iklim ini agar petani bisa beradaptasi dengan peluang El Nino sehingga bisa mengatur pola tanamnya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Adapun langkah ketiga yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air seperti waduk, bendungan, dan embung.</p>
<p><strong>(Hapip)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/waduh-el-nino-mulai-landa-indonesia-ini-arahan-presiden-dan-mendagri/">Waduh El Nino Mulai Landa Indonesia, Ini Arahan Presiden dan Mendagri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/waduh-el-nino-mulai-landa-indonesia-ini-arahan-presiden-dan-mendagri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinar UV Matahari Mencapai Risiko Bahaya, Ini Kata Kepala BPBD Kota Tangerang</title>
		<link>https://matapantura.id/sinar-uv-matahari-mencapai-risiko-bahaya-ini-kata-kepala-bpbd-kota-tangerang/</link>
					<comments>https://matapantura.id/sinar-uv-matahari-mencapai-risiko-bahaya-ini-kata-kepala-bpbd-kota-tangerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[MATAPANTURA.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 01:09:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Panas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://matapantura.id/?p=1036</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matapantura.id, Tangerang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa indeks sinar ultraviolet (UV) pada matahari di beberapa wilayah Indonesia akan mencapai kategori risiko bahaya yang sangat tinggi hingga ekstrem. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Maryono mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi cuaca panas yang tengah terjadi saat ini. Masih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sinar-uv-matahari-mencapai-risiko-bahaya-ini-kata-kepala-bpbd-kota-tangerang/">Sinar UV Matahari Mencapai Risiko Bahaya, Ini Kata Kepala BPBD Kota Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://Matapantura.id" target="_blank" rel="noopener">Matapantura.id</a></strong>, <a href="https://tangerangkota.go.id" target="_blank" rel="noopener">Tangerang</a> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa indeks sinar ultraviolet (UV) pada matahari di beberapa wilayah Indonesia akan mencapai kategori risiko bahaya yang sangat tinggi hingga ekstrem.</p>
<p>Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Maryono mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi cuaca panas yang tengah terjadi saat ini.</p>
<p>Masih Kepala BPBD Kota Tangerang, Maryono Hasan mengatakan bahwa telah adanya perubahan iklim global yang mendunia yang tidak bisa dianggap remeh. Maka warga Kota Tangerang tetap perlu waspada dan antisipasi, serta hendaknya kurangi aktivitas di luar ruangan atau keluar rumah pada siang hari.</p>
<p>&#8220;Cegah dehidrasi dengan minum air putih secukupnya dan sebaiknya jangan menunggu haus agar tubuh tidak drop. Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan pelindung diri seperti topi atau payung,&#8221; kata Maryono, saat dihubungi, Rabu (26/4/2023).</p>
<p>Lanjutnya, ia menerangkan hendaknya jangan meninggalkan barang apapun yang bisa menyebabkan panas di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka maupun tertutup. Gunakan sunscreen pada kulit yang tidak tertutup baju sebelum ke luar rumah.</p>
<p>&#8220;Yang penting lagi tidak membakar sampah sembarangan, jika membakar sampah harus ditunggu meski itu kecil dan apabila abai akan berakibat fatal. Khusus pemakaian peralatan elektronik, agar penggunaan stop kontak dicabut usah pemakaian. Agar tidak menimbulkan gesekan arus listrik yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran,&#8221; jelas Maryono.</p>
<p>Maryono menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diintruksikan BPBD untuk menyiapkan seluruh personel dalam menghadapi cuaca panas. Hal ini sebagai kesiapsiagaan, dimana musim panas memudahkan timbulnya pecikan-percikan yang mengakibatkan kebakaran.</p>
<p>&#8220;Semua petugas, peralatan atau kelengkapan pemadam telah disiagakan. Jadi, ayo semuanya bergerak untuk waspada dan bersiaga, sehingga semua hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir dengan baik dan tepat,&#8221; tukasnya.</p>
<p><strong>(Bandi Badut)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://matapantura.id/sinar-uv-matahari-mencapai-risiko-bahaya-ini-kata-kepala-bpbd-kota-tangerang/">Sinar UV Matahari Mencapai Risiko Bahaya, Ini Kata Kepala BPBD Kota Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://matapantura.id">Mata Pantura</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://matapantura.id/sinar-uv-matahari-mencapai-risiko-bahaya-ini-kata-kepala-bpbd-kota-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
